Diciduk Polisi, Pasangan ini Tetap Berhubungan Seks

Cindy Cesilia

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Diciduk Polisi, Pasangan ini Tetap Berhubungan Seks
Winnetnews.com - Berhubungan seks adalah kebutuhan setiap orang. Namun ada beberapa orang yang tidak bisa menahan hasrat untuk berhubungan seksnya bahkan di tempat umum sekaligus.

Seperti sepasang kekasih asal Inggris dan Australia yang ditangkap polisi karena menolak berhenti berhubungan seks. Keduanya ditangkap polisi setelah ketahuan berhubungan seks di siang bolong di pantai yang penuh dengan keluarga di Filipina.

Dikutip dari Daily Mail, pasangan yang dimabuk cinta itu dilihat oleh warga lokal di pantai Pulau Boracay di Provinsi Aklan pada 30/1/2020 lalu. Keduanya diketahui berusia 26 tahun, keduanya telah ditangkap dan diborgol namun masih terus mencoba mendekat satu sama lain bahkan saat pasangan tersebut dibawa ke dalam sel.

Penduduk setempat mengaku terkejut menemukan kejadian semacam itu di Pulau Boracay di provinsi Aklan. Kopral Polisi Joel Banga-ora mengatakan, pihaknya datang ke lokasi setelah mendapat laporan, dan melihat pasangan itu terus bercinta. "Kami berdiri di samping mereka. Namun, mereka terus melakukannya," ujar Banga-ora.

image0

Karena pengaruh alkohol pasangan itu mabuk dan mengabaikan pihak yang berwajib saat menangkap mereka. Polisi berdiri di dekat pasangan itu sambil menyuruh berhenti tetapi pasangan itu mengabaikannya.

Keduanya tidak malu meski pantai saat itu tengah penuh. Dia menuturkan alat kelamin sejoli itu sampai terlihat. "Mereka begitu asyik satu sama lain sehingga tidak sadar sudah diperhatikan orang banyak," terang Banga-ora lagi.

image1

Setelah itu, pasangan yang bernama Jasmine Nelly dan Anthony Carrio itu ditahan di Pos Polisi Malay Municipal, dengan Kantor Jaksa Penuntut Aklan mendakwanya dengan tuduhan berusaha membuat skandal. Tuduhan kedua adalah tidak patuh terhadap aparat. Sebab, Carrio yang berasal dari Australia disebut berusaha kabur saat hendak di ciduk.

Tak hanya itu, dua sejoli itu juga diharuskan membayar pembebasan bersyarat masing-masing 6.000 peso, atau Rp1,6 juta. Khusus Carrio, dia juga ditambah 3.000 peso (Rp810.400) karena melawan aparat.

Kopral Polisi Joel Banga-ora, menambahkan, pengadilan sudah ditetapkan bakal digelar Februari ini meski belum ada tanggal pastinya. Keduanya juga disebut bertolak ke Cebu City. "Jika mereka sampai tidak muncul untuk hadir dalam persidangan, maka kami akan segera memberlakukan larangan datang ke Filipina," jelas Banga-Ora.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...