Skip to main content

Diduga Hendak Kacaukan Harga Bahan Pokok, Gudang di Medan Ini Kena Grebek

Gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan di Medan/Dokumentasi Bareskrim Mabes Polri
Gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan di Medan/Dokumentasi Bareskrim Mabes Polri

WinNetNews.com - Satu gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan bawang putih kembali digrebek tim Satgas Pangan Polri. Gudang itu ditenggarai milik PT. LPI di Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 61,5 ton bawang putih asal India berhasil diamankan.

"Selain itu, kami juga menemukan aktivitas bongkar barang berupa bawang puith salju dari kontainer ukuran 40 ft sebanyak kurang lebih 1.450 karung dengan berat masing-masing 20 kiligram," jelas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Agung Setya kepada wartawan, Sabtu (20/05/2017).

Agung menambahkan, bawang putih tersebut sudah disimpan di dalam gudang sejak bulan April yang dikemas dalam berbagai karung asal India, tapi tidak mencantumkan label. Selain itu, bahan pokok lain juga ditemukan di dalam gudang yaitu bawang bombai sebanyak 72 Ton dan cabai kering sebanyak 132 ton yang disimpan dalam gudang freezer.

"Cabai kering tersebut masuk sejak tanggal 4 maret 2017 sampai 29 April 2017," tambahnya.

"Saat ini penyidik sedang melakukan verifikasi terkait dengan kelengkapan dokumen PT. LPI selaku importir dan pihak yang mendistribusikan bahan pokok tersebut," sambungnya.

Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Permendag No 20/M.dag/Per/3 tahun 2017 tentang pendaftaran pelaku usaha distribusi barang kebutuhan pokok, yang mewajibkan pelaku usaha mendaftar dan melaporkan posisi stok. Dan bagi pelaku usaha yang memanipulasi laporan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam UU Perdagangan.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap saudara Andri Eka (30) selaku kepala gudang PT. LPI," lanjutnya.

Penyidik dari Bareskrim Polri menduga, pihak perusahaan tersebut telah melanggar Pasal 107, 108 UU No 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 31 UU No 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top