Diduga Jual Ponsel Ilegal, Bea Cukai Sudah Intai Bos PS Store Sejak 2019
Foto: Instagram/bckanwiljakarta

Diduga Jual Ponsel Ilegal, Bea Cukai Sudah Intai Bos PS Store Sejak 2019

Rabu, 29 Jul 2020 | 11:15 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Bea Cukai Kanwil DKI Jakarta mengatakan proses penyelidikan terkait penjualan ponsel (handphone) bekas dan ilegal yang berakhir dengan penetapan pemilik toko berinisial PS sebagai tersangka telah berlangsung selama setahun atau yang juga dikenal dengan toko PS Store.

"Proses penyelidikan yang dilakukan Bea Cukai Kanwil Jakarta cukup panjang. Penelurusan terhadap kegiatan bisnis tersangka PS sudah dilakukan sejak 2019," katanya Kepala Bimbingan Kepatuhan dan Kehumasan Kanwil Bea Cukai Jakarta Ricky M. Hanafie, Selasa (28/7).

Dia mengungkapkan Bea Cukai Kanwil Jakarta awalnya melakukan pengawasan peredaran barang ilegal di lima wilayah Ibu Kota. Kemdian didapat informasi dari masyarakat tentang pola bisnis yang dilakukan PS.

Bea Cukai Knwil Jakarta lalu mendalami laporan tersebut dan mengambil beberapa  sampel ponsel yang dijual oleh PS, salah satunya di toko (counter) yang terletak di Condet, Jakarta Timur.

"Kemudian, kami pegang beberapa produk hand phone di beberapa toko PS ini. Berdasarkan informasi dari masyarakat juga, harga handphone ini sangat murah dan kualitasnya dipertanyakan," lanjutnya.

Usai penyelidikan selesai, Bea Cukai Kanwil Jakarta  pun menuntaskan semua berkas-berkas yang dibutuhkan dalam persidangan.

Dikutip dari unggahan akun Instagram resminya @bckanwiljakarta, Bea dan Cukai Kanwil Jakarta sudah menyerahkan tersangka PS beserta barang bukti berupa 190 Handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp61,3 juta.

Di samping itu  Bea Cukai Kanwil Jakarta juga menyerahkan harta kekayaan atau penghasilan tersangka yang disita dalam tahap penyidikan. Bukti tersebut nantinya akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp500 juta, rumah senilai Rp1,15 miliar, dan rekening bank senilai Rp50 juta.

"Secara prinsip proses penyidikan di Bea Cukai sudah selesai. Kemudian, kita tunggu tahap berikutnya di persidangan," imbuhnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...