(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Diduga Lakukan Korupsi, Polda Papua Jadikan Bupati Biak Numfor Sebagai Tahanan

Karna H.
Karna H.

Diduga Lakukan Korupsi, Polda Papua Jadikan Bupati Biak Numfor Sebagai Tahanan Terduga korupsi yang kini ditetapkan jadi tersangka/Dokumentasi Polda Papua

WinNetNews.com – Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Papua menahan Bupati Biak Numfor berinisial TAEO. Penahanan itu dilakukan oleh penyidik tindak pidana korupsi Dit Krimsus Polda Papua dengan dugaan korupsi pada APBD Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011 sampai dengan 2013.

“Diduga telah merugikan negara sebesar Rp84.228.649.117,” kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal dalam keterangan resminya, Senin (18/09/2017).

Kamal menjelaskan, tersangka diduga telah melanggar UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dari kasus ini, penyidik Polda Papua melakukan penyelamatan uang negara dengan penyitaan aset yaitu uang tunai sebesar Rp116.372.110, 1 unit rumah, 3 unit mobil.

“Penetapan itu berdasarkan penyelidikan dan adanya Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya tahun 2013. Dalam LHP tersebut ditemukan pengeluaran uang dari Kasda Kab. Mamberamo Raya yang tidak melalui SP2D yang berindikasi kerugian negara sebesar Rp35 Milyar,” jelas Kamal.

image0

Setelah dilakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi tersebut dan didapatkan alat bukti yang cukup, maka Polda Papua melaksanakan gelar perkara untuk peningkatan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Dari hasil penyidikan tergambar adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka dengan cara menyalahgunakan kewenangannya sebagai Kabag Keuangan Kab. Mamberamo Raya dengan cara memindahbukukan Kasda Kab. Mamberamo Raya sejak tahun 2011 sampai dengan 2013 ke rekening pribadi milik tersangka,” papar Kamal.

Dari hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh BPKP Perwakilan Provinsi Papua, didapatkan kerugian negara sebesar Rp84.228.649.117. Tersangka diduga melanggar pasal 2 dan 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi dan pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Rencana tidak lanjutnya, Dit Reskrimsus Polda Papua akan melakukan pengiriman tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Papua,” pungkas Kamal. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});