Skip to main content

Diduga Oknum Telkom Terlibat dalam Pencurian Bandwith, ini Sikap Telkom

Diduga Oknum Telkom Terlibat dalam Pencurian Bandwith ini Sikap Telkom

WinNetNews.com - Polisi menduga ada keterlibatan oknum pejabat di PT Telkom dalam kasus pencurian bandwidth Telkom Speedy. Pihak Telkom akan menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

"Tadi dinyatakan tidak ada karyawan PT Telkom yang terlibat sampai saat ini. Kita serahkan ke pihak yang berwajib untuk lebih lanjut," sebut Vice President for Corporate Communication PT Telkom, Arief Prabowo, seperti yang dilansir dari Detikcom, Senin (9/5/2016) malam.

Terkait dengan pegawai outsourcing PT Telkom yang ikut ditangkap polisi, Arief menyebut secara otomatis mereka tidak akan dipekerjakan lagi. Dari 9 orang yang ditangkap polisi, 5 orang merupakan pegawai outsourcing PT Telkom.

"Outsourcing itu biasanya untuk melakukan pekerjaan di lapangan yang sifatnya fisik, untuk entry data. Kita sering menggunakan outsourcing. Dari sisi jumlahnya kita akan lebih selektif, pengamanan sistem yang akan kita tingkatkan lagi. Iya ini sudah dari pihak yang berwenang akan memproses otomatis kita mengambil tindakan berupa tidak memperkerjakan lagi," ucapnya.

Namun untuk lebih mengantisipasi hal yang sama terulang, Arief menegaskan bahwa PT Telkom akan membuat kesepakatan dengan perusahaan outsourcing. Nantinya kerja sama itu akan lebih memperketat masalah tersebut.

"Sekarang kami minta para tenaga outsourcing menandatangani pakta integritas, tidak boleh melakukan hal yang membuat kecurangan," tegas Arief.

Sebelumnya, Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap pencurian bandwidth Telkom Speedy yang merugikan PT Telkom senilai Rp 15 miliar. Saat ini polisi tengah mendalami dugaan adanya keterlibatan oknum pejabat di PT Telkom.

"Sejauh ini baru ada 4 orang dari pegawai outsourcing PT Telkom yang sudah kami tangkap dan lakukan penahanan. Kami masih mendalami adanya dugaan keterlibatan orang dalam dan pejabat PT Telkom dalam kasus tersebut," ujar Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono, Senin (9/5/2016).

Pasalnya, menurut Mujiyono, pencurian bandwidth ini begitu masif dan tidak hanya terjadi di satu wilayah saja, melainkan di beberapa daerah di Indonesia. Dia menambahkan pencurian bandwidht ini terjadi sejak 2014 hingga 2016, sampai akhirnya dilaporkan pihak Telkom ke Polda Metro Jaya pada Maret 2016 lalu.

Modus para pelaku kejahatan itu dengan memasang iklan jasa upgrade bandwidth salah satunya jaringan untuk Telkom Speedy via medsos. Alih-alih membayarkan biaya peningkatan bandwidth tersebut, uang dari pelanggan masuk ke kantong pribadi para tersangka.

Sumber: Detikcom

Foto; Tribun

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top