(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Digaji untuk Dimarahi

Dani Gunawan
Dani Gunawan

Digaji untuk Dimarahi
WinNetNews.com - Tulisan ini terinspirasi dari aktifitas coaching yang saya lakukan untuk klien saya, yakni para Top Level Executive yang menginginkan para generasi sekarang agar lebih peka terhadap sesama dan dapat memenuhi performa kerja seperti ekspektasi perusahaan. Pada tulisan kali ini, saya akan berfokus pada hubungan antara atasan dan bawahan sehingga tujuan karir Anda dapat tercapai sesuai perencanaan yang telah Anda buat.

Saat ini pergerakan dunia bisnis sangat dinamis, hal ini selaras dengan budaya kerja yang menuntut Anda untuk dapat bekerja dengan cepat, tepat, serta mampu memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain, baik dengan pelanggan, kolaga, maupun atasan kita.

Saya percaya bahwa setiap orang pastinya ingin bekerja sebaik mungkin. Namun, pernahkah atasan Anda selalu marah karena pekerjaan Anda selalu dianggap salah? Saya pun pernah mengalami hal yang sama. Namun, dari pengalaman saya tersebut setidaknya sekarang semuanya terasa indah dan ingin mengulanginya kembali.

Berikut adalah 5 sisi positif dari seorang atasan yang memarahi Anda.

#1 Marah Adalah Hak Prerogatif Sang Atasan

Sebagai seorang atasan, mereka memikul tanggung jawab yang sangat berat, karena mereka dituntut oleh target, baik dari atasannya, kolega maupun pelanggan. Oleh karena itu, mereka akan menuntut kita agar sesuai dengan apa yang ia inginkan agar tugas dan tanggung jawab yang dipikulnya dapat berjalan dengan lancar. Umumnya, seorang atasan diberikan otoritas-otoritas tertentu oleh perusahaan agar semua karyawan yang dipimpinnya dapat selaras dengan tujuan perusahaan.

 

#2 Marah Karena Sayang

Bila atasan Anda marah, berarti mereka menaruh perhatian terhadap Anda, oleh karena itu bila memang pekerjaan kita salah ya minta maaf saja dan hindari melakukan kesalahan yang sama dikemudian hari.

#3 Mengasah Kaliber Yang Lebih Tinggi

Atasan memiliki harapan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas kerja, bila mereka marah berarti apa yang ia inginkan masih belum sama dengan yang kita kerjakan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

#4 Meningkatkan Kecerdasan Emosi

Anda akan sukses bila Anda dapat mengalahkan emosi Anda. Setinggi apa pun IQ anda, EQ juga sangat diperlukan dalam bekerja. Mengatur emosi memang tidak mudah, sering kali kita merasa bahwa diri kita yang paling benar. Padahal, belum tentu benar dimata orang lain. Banyak orang pintar terjebak dalam karirnya hanya karena ia tidak mampu menguasai emosinya.

#5 Belajar Berfikir Positif

Hal ini mudah diucapkan, namun sulit untuk diaplikasikan, saya pun sering terjebak dalam pola pikir negatif. Namun, seiring perjalanan karir, saya sudah mulai terbiasa untuk berfikir positif terhadap situasi apapun yang saya hadapi. Umumnya, bila emosi sudah melanda diri kita, terkadang kita memandang atasan kita secara negatif, padahal sudah pasti tujuannya untuk kebaikkan kita

 

Saran saya, ketika ia marah, maka dengarkan dengan seksama dan perhatikan “Apa yang ia inginkan”. Hindari menjawab atau berargumentasi dengan kata “Soalnya”, karena kata tersebut berfokus kepada masalah yang dapat menimbulkan “masalah baru” serta dapat membuat atasan Anda menjadi bertambah “lebih marah”. Usahakan untuk mengatakan “Bagaimana Jika” sehingga Anda berfokus untuk memberikan “Solusi”. Perlu Anda ingat bahwa atasan menginginkan “solusi”, bukan “masalah”. Sehingga, Anda akan dianggap lebih “mandiri” dan “kompeten” dalam mengerjakan pekerjaan Anda.

Pesan Untuk Sang Atasan

Bila Anda adalah seorang atasan, "marah" bukanlah solusi yang tepat, karena dapat mempengaruhi motivasi bawahan. Tegurlah karyawan dengan cara-cara yang baik dengan memperhatikan etika-etika yang ada.

Sampaikan harapan-harapan Anda dengan jelas dan katakan hal-hal yang sudah dikerjakan dengan baik dan hal-hal yang harus ditingkatkan oleh karyawan. Fokuskan kepada hasil kerja dan membina hubungan positif dengan bawahan. Sehingga, produktifitas kerja dapat diraih dengan maksimal dan suasana kerja dapat terpelihara dengan baik.

Jadi apakah Anda masih sering dimarahi oleh atasan Anda? Jika iya, maka Anda termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung. Karena, suatu saat nanti Anda akan mengenang atasan Anda sebagai seseorang yang telah membimbing Anda ke puncak karir Anda.

Kesimpulannya adalah atasan memiliki otoritas tertentu untuk mengarahkan karyawan agar mengikuti tujuan perusahaan, selalu berfikir positif atas situasi yang kita hadapi, selalu menggunakan masalah sebagai peluang untuk mengasah kaliber dan kecerdasan emosi kita ketingkatan yang lebih tinggi.

Selamat menikmati proses dalam menggapai karir impian Anda dan semoga dapat terwujud sesuai dengan perencanaan yang telah Anda buat.

Perihal Penulis:

image0

Ikin SOLIKIN

Beliau adalah praktisi dan konsultan dibidang “Sumberdaya Manusia” dan “Pelayanan” di industri Perhotelan, Kesehatan dan Perbankan. Ia ahli dibidang Transformasi Budaya Pelayanan Publik, Corporate Culture, Recruitment, Talent Management, Training & Development dan People Branding .

Sebelum merintis usahanya sebagai konsultan, ia telah bekerja lebih dari 10 tahun diperusahaan internasional seperti Global Hyatt Corporation , Accor, dan Tauzia Hotel Management . Ia adalah seorang certified coach, facilitator dan system analyst yang telah sukses melakukan proyek-proyek Transformasi Budaya Pelayanan, Pembuatan Corporate Training , pembuatan system-system pelayanan dan Sumberdaya Manusia untuk perusahaan korporasi berskala besar.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});