Digusur PT KAI, warga pilih bertahan

Digusur PT KAI, warga pilih bertahan

WinNetNews.com - Warga penghuni bangunan liar di atas lahan PT KAI Daop II yang dibongkar Selasa (26/7) pilih tetap bertahan di lokasi. Karena warga belum memiliki lokasi untuk ditinggali usai rumah mereka diratakan alat berat PT KAI.

Seorang warga, Rosyid Nuryadin (51) mengaku bingung cari tempat tinggal baru. Rosyid mengatakan terpaksa menginap beralaskan tikar dan kardus semalam."Dari malam kemarin, saya dan warga masih bertahan di tempat ini. Mau kemana lagi ? Kami bingung," ucap Rosyid, rabu (27/7). Ia menjelaskan belum mendapatkan tempat tinggal baru lantaran tidak memiliki uang. Mengingat pembongkaran bangunan tak disertai solusi relokasi maupun ganti rugi dari PT KAI kepada warga. Sejumlah warga yang terkena dampak pembongkaran masih keliatan sibuk memilah barang-barang yang tersisa. Seperti lemari-lemari tua dan material bekas bangunan yang dapat mereka jual kembali."Mau gimana lagi, sayang kan kalau dibuang begitu saja. Kalau dikumpulkan kan bisa tambah-tambah buat makan," kata dia.

Rosyid pun mengaku kecewa kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang membiarkan warganya terlantar usai penggusuran. Pemkot Bandung dinilainya terkesan tidak peduli dengan nasib warganya sendiri."Taman-taman kota saja dipelihara dan dipercantik, kenapa warga seperti kami diterlantarkan? Bahkan saat pembongkaran, wali kota, camat lurah enggak ada yang datang," terangnya. Menurut dia, kebanyakan warga di lokasi itu masih tetap pilih bertahan. Tapi ada juga sebagian di antaranya yang mengungsi sementara waktu di rumah kerabat keluarganya.

Humas PT KAI Daop II, Franoto Wibowo menegaskan tak ada ganti rugi yang akan diberikan PT KAI. Karena, tak ada kewajiban sebab lahan itu memang merupakan aset PT KAI yang ditinggali warga secara ilegal berpuluh tahun. Walau demikian, Franoto menjelaskan pada Januari 2016 lalu pernah menawarkan uang pembongkaran senilai Rp 200 ribu per orang. Tapi tawaran tersebut ditolak oleh warga. Ia mengimbau kepada warga yang memilih bertahan supaya segera meninggalkan lokasi. Sebab lahan yang dibongkar sekarang akan digunakan jadi fasilitas umum berupa jalan dan area parkir.