Dijemput Polisi Kamis Malam, Jum'at Dini Hari Dandhy Pulang Berstatus Tersangka

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Dijemput Polisi Kamis Malam, Jum'at Dini Hari Dandhy Pulang Berstatus Tersangka Dandhy Dwi Laksono memberikan keterangan usai diperiksa polisi di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jum'at (27/9) subuh. [Foto: Kompas,com]

Winnetnews.com - Sebelum vokalis Banda Neira dijemput tim Resor Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya, Jum’at (27/9) subuh, pihak polisi juga menangkap aktivis, wartawan, sekaligus pendiri Watchdoc, Dandhy Dwi Laksono di rumahnya, Jatiwaringin, Bekasi, Kamis (26/9) malam karena dugaan ujaran kebencian di media sosialnya.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni bersedia menjadi penjamin Dandhy demi kebebasan sipil dan hak-hak demokrasi.

"Saya dan kawan-kawan @psi_id bersedia menjadi ‘penjamin’ penangguhan penahanan Mas Dandhy," ucap dia dalam akun Twitter pribadinya @AntoniRaja pada Jumat (27/9) seperti dikutip Tagar.id.

Menurut Antoni, kebebasan berpendapat merupakan hal yang niscaya pada negara sistem demokrasi. Maka dari itu, dia akan menemui pendiri WatchdoC Documentary itu Jumat siang, 27 September 2019.

Foto: Tirto.id

"Dalam demokrasi perbedaaan pandangan dirayakan bukan dipenjara. Sampai ketemu besok di Polda Metro Bakda Jumat, sekitar jam 13.00. #BebaskanDandhy," ujarnya.

Selain cuitan tersebut, dia juga mengunggah ulang laman petisi online change.org 'Bebaskan Dandhy Dwi Laksono!' yang diposting oleh akun Twitter @Andy_Budiman_.

"Mari sama-sama selamatkan warisan paling berharga reformasi: Selamatkan Kebebasan Berpendapat: Bebaskan Dandhy Dwi Laksono! - Tandatangani Petisi! http://chng.it/RR8pCTzD via @ChangeOrg_ID," tutur akun Twitter @Andy_Budiman_.

Sebagai gambaran, Dandhy Dwi Laksono merupakan sutradara film dokumenter ‘Sexy Killers’ ditangkap Polda Metro Jaya, Kamis (26/9) malam. Penangkapan ini tentunya menjadi sebuah catatan kelam pemerintahan saat ini.

Apa Reaksi Kamu?