Dikabarkan, Sri Mulyani Akan Jadi Menteri Keuangan Jokowi

Muchdi
Muchdi

Dikabarkan, Sri Mulyani  Akan Jadi Menteri Keuangan Jokowi

WinNetNews.com - Hari ini, dikabarkan Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet jilid II. Salah satu nama yang mencuat ialah Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati.

Menurut sumber merdeka.com di lingkungan istana, Sri Mulyani nantinya akan menggeser posisi Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ini. Sri Mulyani, seperti diketahui, adalah salah satu srikandi emas yang dimiliki Indonesia saat ini.

"Pengumuman reshuffle jika enggak berubah jam 15.00 WIB," katanya, Rabu (27/7).

Majalah Forbes baru saja menempatkan namanya dalam daftar Power Women 2016 alias Deretan Perempuan berpengaruh sedunia bersama Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang berada di posisi puncak daftar tersebut.

Penobatan ini menjadikan Sri Mulyani masuk daftar Forbes untuk kali kelima berturut-turut di posisi 37. Sri Mulyani dianggap sosok berpengaruh nomor dua di Bank Dunia, menjabat posisi yang sebelumnya selalu diisi lelaki. Ekonom lulusan Universitas Indonesia itu juga dianggap tokoh garis depan dalam pemberantasan kemiskinan global.

 

Jika benar Sri Mulyani akan pulang kampung, maka keinginan lama Presiden Jokowi akan terwujud. Sebab, nama Sri Mulyani sudah mencuat sejak reshuffle jilid I tahun lalu.

Saat itu, pakar ekonomi UGM Tony Prasetiantono yang ikut dalam pertemuan bersama Presiden Jokowi membocorkan, kendati tidak gamblang menyebut ketertarikannya pada Sri Mulyani, Presiden Jokowi mengakui wanita yang sekarang menjabat sebagai Direktur Bank Dunia tersebut masuk dalam kriteria yang diinginkannya.

"Saya sempat tanyakan, apakah Bu Sri Mulyani cocok, beliau hanya tersenyum," kata Tony setelah bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 29 Juni 2015 lalu.

Jika reshuffle benar terjadi dan Sri Mulyani diminta menjabat, sepertinya tensi politik tidak bisa dihindari. Sebab, DPR pernah memvonis bersalah Sri Mulyani dalam kasus skandal Bank Century, kendati dalam proses hukum di KPK mantan menteri keuangan tersebut masih berstatus saksi.

Terlebih, PDI Perjuangan, partai tempat Jokowi bernaung, turut memberi vonis tersebut. Belum lagi Partai Golkar, khususnya kubu Aburizal Bakrie (Bakrie), kemungkinan besar juga akan bereaksi atas pencalonan bekas seteru bosnya tersebut.

Sumber: Merdeka

 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});