Diksar Mapala Unila Berujung Maut

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Diksar Mapala Unila Berujung Maut Ilustrasi: unilad.co.uk

Winnetnews.com - Mahasiswa FISIP Universitas Lampung (Unila), Aga Trias Tahta, harus bertemu ajal ketika mengikuti kegiatan pendidikan dasar (diksar) unit kegiatan mahasiswa pecinta alam (Mapala) Cakrawala.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra. Ia mengatakan jika diksar tersebut dilakukan sejak hari Rabu (25/09) hingga Minggu (25/09) di Desa Turbin Dusun Cikoak Desa Tanjung Agung, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

“Kejadian ini diketahui oleh keluarga pada tanggal 29 September hari Minggu. Saya mendapatkan ini dari laporan Polres Pesawaran,” kata Zahwani, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (07/10).

Anggota Satreskim Pesawaran yang melakukan interogasi kepada keluarga korban mendapatkan laporan jika Aga terpeleset dan terjatuh ke jurang sedalam 15 meter. Setelah itu Aga dipaksa untuk tetap ikut diksar sampai hari terakhir. Hingga pukul 10.00 WIB, Aga mengeluh kesakitan dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Waras.

“Sebelum sampai di rumah sakit tersebut, Aga dilaporkan telah meninggal dunia,” ungkap salah satu anggota Satreskim, menurut penuturan Zahwani.

Zahwani mengaku jika pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Pasalnya, Polres Pesawaran mendapat kabar dari keluarga mengenai kejangalan kematian Aga.

Hingga berita ini ditulis, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap sepuluh orang saksi. Saksi-saksi yang dihadirkan ini meliputi peserta diksar dan pihak keluarga korban. Mesikpun telah melakukan proses penyelidikan, Zahwani masih enggan memberikan keterangan kepada media.

Terkait dengan mayar Aga, Zahwani mengaku jika pihak kepolisian telah melakukan visum. Hanya saja tidak sampai pada proses autopsi korban.

“Dari pemeriksaan yang sudah kami lakukan, kami juga melakukan visum et repertum (VeR). Hal itu ada dua, yakni visum dalam dan visum luar. Yang disetujui kelurga hanya visum luar. Dari visum luar itu kita temukan banyak luka lebam di tubuh mayat. Itu namanya livor mortis,” jelas Zahwani.

Apa Reaksi Kamu?