Dilaporkan ke Polisi, Hadi Pranoto Siap Tuntut Balik Senilai USD 10 Miliar
Foto: detikcom

Dilaporkan ke Polisi, Hadi Pranoto Siap Tuntut Balik Senilai USD 10 Miliar

Selasa, 4 Agt 2020 | 16:30 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com - Muannas Alaidit selaku Ketua Umum Cyber Indonesia melaporkan Hadi Pranoto dan musisi Anji ke Polda Metro Jaya pada Senin (3/8) atas dugaan menyebarkan berita bohong terkait obat Covid-19.  Terkait itu, Hadi mengaku dirinya akan menjalani prosedur hukum yang berlaku.

Ia menekankan, tak masalah dirinya dilaporkan ke polisi karena menurutnya yang dilakukan bukan untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk bangsa dan negara demi memberi solusi atas bahaya Covid-19.

“Saya lakukan semua untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan saya. Saya melakukan riset, itu saya persembahkan semuanya untuk kepentingan negara,” kata Hadi Pranoto kepada wartawan, Selasa (4/8).

Hadi bahkan berencana melaporkan balik apabila tindakan Muannas Alaidit berdampak pada mematikan karakter, kredibilitas, dan mencemarkan nama baiknya. Hadi pun akan memasukkan nominal kerugian dalam laporannya.

“Saya akan meminta uji materiil dan pay materiil kepada saudara pelapor 10 miliar US Dollar, itu tidak seberapa dibanding hasil karya yang saya dapatkan. Jadi ya semuanya itu pasti ada konsekuensinya. Saya memberikan edukasi kepada masyarakat,” akunya.

Sebelumnya Muannas Alaidit melaporkan Anji dan Hadi Pranoto ke Polda Metro Jaya karena wawancara mereka yang diunggah di YouTube yang dinilai memuat informasi bohong. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 3 Agustus 2020.

Muannas mengatakan telah melaporkan Hadi dan Anji akibat sedikitnya dua hal fatal dalam wawancara yang sempat diunggah di kanal YouTube Dunia Manji.  Pertama soal biaya rapid test dan swab test yang disebut Hadi Pranoto bisa murah hanya Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Sementara harga yang berlaku saat ini mencapai ratusan ribu bahkan jutaan. Muannas mengaku pernyataan ini menimbulkan keresahan masyarakat.

Kedua, soal klaim Hadi Pranoto telah menemukan obat Covid-19. Dia menyangsikan pengakuan Hadi lantaran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah mematahkan keilmuan dan kepakarannya. Selain tidak terdaftar di IDI, Hadi Pranoto juga tidak ada dalam jaringan ahli mikrobiologi.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...