(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dilarang Demo di Depan MK Selama Sidang Pilkada Berlangsung

Rusmanto
Rusmanto

Dilarang Demo di Depan MK Selama Sidang Pilkada Berlangsung
WinNetNews.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menegaskan tidak boleh ada demo di depan Mahkamah Konstitusi (MK) selama sidang sengketa pilkad digelar. Jika mulai ada massa, maka akan langsung dimobilisasi menuju Monas atau Parkir IRTI.

Tito menjelaskan, sebanyak 852 anggota dikerahkan untuk mengamankan MK. Mereka dibagi menjadi tiga ring.

"Ring satu di dalam, ring dua di luar, ring tiga di jalan sana. Kemudian ada yang tertutup dan ada yang terbuka. Berpakaian preman di dalam. Ada tempat escape juga kita siapkan," jelasnya.

Jika ada ketidakpuasan, Tito berharap massa menyalurkan dengan cara-cara yang baik dan tidak anarkis.

"Nantinya termohon, tanggal 18 nanti, ada keputusan mana yang boleh lanjut mana yang tidak. Itu juga akan ada kerawanan. Mungkin ada yang tidak puas. Kita mengharapkan keberatan-keberatan itu disalurkan dengan cara yang benar. Sesuai dengan prinsip UU 1998 tentang menyampaikan pendapat di muka umum," papar Tito.

"Artinya kalau ada keberatan yang mau disampaikan ke MK silakan disampaikan dengan cara-cara yang damai. Jangan anarkis. Tidak usah juga menggunakan massa," cetus Tito menutup pembicaraan.

disadur dari situs detik-news

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});