Dimakzulkan, Trump Pilih Nikmati Liburan ke Florida
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak sedang bersama keluarganya di Florida, Jum'at (20/12). [Foto: Inquirer.net]

Dimakzulkan, Trump Pilih Nikmati Liburan ke Florida

Sabtu, 21 Des 2019 | 14:00 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Panasnya isu pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump justru ditanggapi dingin. Presiden yang dikenal dengan sifat tempramennya tersebut lebih memilih liburan ke Florida, Jum’at (20/12).

Meski sudah resmi dan ketuk palu oleh DPR AS, kabar pemakzulan Trump hingga kini masih belum bisa dipastikan lantaran masih harus menunggu keputusan Senat AS yang diisi sejumlah kader Partai Republik pendukung Trump kala maju di Pilpres beberapa tahun lalu. Para pemimpin Senat AS belum sepakat soal prosedur dan kesaksian baru.

Mengutip CNNIndonesia.com, posisi Trump diperkirakan akan aman saat disidang di Senat, di mana Partai Republik memiliki jumlah kursi mayoritas, dalam apa yang akan menjadi sidang pemakzulan presiden ke-tiga dalam sejarah AS. Proses sidang diharapkan akan dimulai pada bulan Januari 2020.

Tetapi kebuntuan antara Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan pemimpin Demokrat Chuck Schumer tentang apakah akan ada saksi dan kesaksian baru--bersama dengan penolakan Ketua Kongres Nancy Pelosi sejauh ini untuk mengirim artikel-artikel pemakzulan ke Senat--telah membuat situasi semakin rumit.

"Nancy Pelosi mencari Quid Pro Quo dengan Senat. Mengapa kita tidak memaksanya?" tulis Trump dalam cuitannya, bernada mengejek salah satu tuduhan terhadapnya sebelum berangkat untuk liburan dua minggu di resor Mar-a-Lago.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, surat kabar umat Kristen Evangelis, Christianity Today, menurunkan laporan dengan menyatakan Donald Trump harus dipecat dari Gedung Putih karena tidak bermoral dan tak tahu arah. Mereka menyatakan hal itu membuat Trump laik untuk dimakzulkan.

"Fakta-fakta sudah jelas. Presiden AS berusaha menggunakan kekuatan politiknya untuk memaksa pemimpin asing melecehkan dan mendiskreditkan salah satu lawan politik presiden," bunyi editorial koran itu.

"Itu bukan hanya pelanggaran terhadap konstitusi, yang utama adalah tindakan seperti itu sangat tidak bermoral," papar Christianity Today.

Christianity Today menganggap keputusan Parlemen AS kemarin untuk meneruskan proses pemakzulan Trump menandakan bahwa orang nomor satu di AS itu menyalahgunakan wewenang untuk keuntungan pribadi dan mengkhianati sumpah konstitusi.

Koran itu juga menuturkan Trump telah mengaku tindakan-tindakan imoralnya dalam bisnis maupun hubungannya dengan wanita.

Christianity Today juga mengungkit kicauan-kicauan Trump di Twitter yang kerap menebarkan kebohongan dan fitnah.

Trump, dalam serangkaian cuitan, menuduh majalah Christianity Today sebagai "paling kiri" dan mengklaim ia adalah sekutu Evangelis terbaik.

"Faktanya adalah, tidak ada presiden yang pernah melakukan apa yang telah ku lakukan untuk kaum Evangelis, atau agama itu sendiri!" tulisnya. [cnn]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...