Diminta Untuk Minta Maaf Kepada Ayah Ahok, Ini Tanggapan Yusril
Sumber : Istimewa

Diminta Untuk Minta Maaf Kepada Ayah Ahok, Ini Tanggapan Yusril

Rabu, 4 Apr 2018 | 21:04 | Oky

WInnetnews.com - Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan meminta maaf jika pidato yang menyinggung soal kewarganegaraan ayah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap keliru.

"Saya menyimak surat terbuka adik Ahok di berbagai media online dan meminta saya agar mohon maaf karena menyinggung kewarganegaraan ayah mereka. Kalau sekiranya saya salah dan keliru, tentu saya dengan segala kerendahan hati saya akan memohon maaf. Namun yang menjadi pertanyaan saya: adakah yang salah dan keliru dalam pidato saya di Medan itu?" kata Yusril pada hari Selasa (3/4).

Namun, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu merasa isi pidatonya tak ada yang salah.

Selain itu, Yusril menjelaskan bahwa pidatonya sekadar menjelaskan soal syarat menjadi presiden. Dia hanya mengambil contoh soal Ahok.

Pasalnya, menurut Yusril, Ahok pernah mengungkapkan keinginan menjadi presiden.

"Ketika mencontohkan Ahok dalam kasus di atas, mau tidak mau saya harus menjelaskannya secara kronologis, sehingga menyebut nama ayah mereka, mendiang Tjung Kim Nam, tidak dapat dihindari. Hal ini semata-mata saya kemukakan sebagai contoh karena Ahok pernah menyatakan kepada publik keinginannya untuk menjadi Presiden RI. Dengan penjelasan kronologis itu, Ahok praktis tidak memenuhi syarat menjadi Presiden RI sebagaimana diatur Pasal 6 ayat (1) UUD '45," ucapnya.

Ia menyatakan Ahok tidak terlahir sebagai WNI. Alasannya, ayah Ahok memilih sebagai WN China pada saat itu.

"Mengapa Ahok tidak terlahir sebagai WNI? Jawabannya sederhana, karena ayah Ahok, Tjung Kim Nam, adalah warga negara Tiongkok. Sebelumnya beliau mempunyai dwikewarganegaraan," ujar Yusril.

"Ketika ayah Ahok dinaturalisasi, maka Ahok otomatis menjadi WNI ketika itu dia berusia 20 tahun di tahun 1986. Nama Ahok ada dalam SKBRI Tjung Kim Nam yang telah dinaturalisasi tahun 1986," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...