Din Syamsuddin Klaim KAMI Makin Banyak Dapat Simpati dan Dukungan Rakyat
Foto: Warta Ekonomi

Din Syamsuddin Klaim KAMI Makin Banyak Dapat Simpati dan Dukungan Rakyat

Kamis, 15 Okt 2020 | 09:55 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menanggapi cara Bareskrim Polri yang menangkap sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Din menilai tindakan tersebut sebagai framing untuk membuat opini negatif tentang para pentolan gerakan yang dideklarasikan pada 18 Agustus 2020 itu. Tudingan Din mengarah pada Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.

“Melakukan generalisasi dengan penisbatan kelembagaan yang bersifat tendensius, dan bersifat prematur yaitu mengungkapkan kesimpulan dari proses pemeriksaan yang masih berlangsung,” kata Din sebagaimana dikutip dari pernyataan sikap Presidium KAMI, Rabu (14/10).

Seperti diketahui, sebelumnya Bareskrim Polri mengumumkan telah menangkap tiga petinggi KAMI, antara lain  Syahganda Nainggilan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana, Selasa (13/10). Menurut Awi, ada pernyataan bernada hasutan dalam WhatsApp group (WAG) KAMI.

Langkah penangkapan itu menurut Din bernuansa politis. Mantan utusan khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menilai Polri tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Termasuk membuka nama dan identitas seseorang yang ditangkap, menunjukkan bahwa Polri tidak menegakkan prinsip praduga tak bersalah yang seyogianya harus diindahkan oleh lembaga penegak hukum,” tutur Din.

Din juga menduga ponsel beberapa tokoh KAMI telah diretas.

“Hal demikian sering dialami oleh para aktivis yang kritis terhadap kekuasaan negara, termasuk oleh beberapa tokoh KAMI. Sebagai akibatnya, “bukti percakapan” yang ada sering bersifat artifisial dan absurd,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Din juga membantah tudingan yang menyebut KAMI terlibat dalam unjuk rasa buruh dan mahasiswa menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh. Sebab, KAMI justru mendesak Polri mengusut penyusup dalam demo buruh dan mahasiswa tersebut.

“Polri justru diminta untuk mengusut tuntas, adanya indikasi keterlibatan pelaku profesional yang menyelusup ke dalam barisan pengunjuk rasa dan melakukan tindakan anarkis termasuk pembakaran,” lanjut Din Syamsuddin.

Din menegaskan, dukungan KAMI kepada buruh yang mogok dan berunjuk rasa merupakan bentuk ikhtiar menunaikan hak konstitusional. Namun, KAMI membebaskan para simpatisannya bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan.

“KAMI bersyukur bahwa dengan berbagai tantangan dan ujian, termasuk penangkapan para tokohnya, KAMI makin mendapat simpati dan dukungan rakyat. KAMI semakin bertekad untuk meneruskan gerakan moral menegakkan keadilan dan melawan kezaliman,” pungkas Din Syamsuddin.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...