Din Syamsuddin Tanggapi Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar Pada 2030
Sumber : Istimewa

Din Syamsuddin Tanggapi Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar Pada 2030

Kamis, 22 Mar 2018 | 21:07 | Oky

Winnetnews.com - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menanggapi pernyataan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut bahwa Indonesia bakal bubar di tahun 2030. Menurutnya, pernyataan itu tak masuk akal.

"Mungkin harus ditanya kepada beliau, apa alasannya kok bubar?. Sementara saya pribadi berkeyakinan tidak bubar lah, tidak terjatuh ke dalam apa yang disebut indikator negara gagal, bahwa ada variavel-variabel dari negara gagal itu sudah ada di Indonesia," tutur Din di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/3).

Lanjut Din, salah satu indikator negara gagal itu adalah juga adanya keganjilan dalam persebaran kekayaan nasional atau aset nasional atau tidak adanya pemerataan.

"Indonesia masuk ke dalam kategori itu, tapi dalam hal hal lain enggak lah. Selama ada anak-anak bangsa yang punya komitmen kepada Indonesia kita yakin tidak bubar dan tidak boleh bubar," tuturnya.

Pidato Prabowo soal prediksi Indonesia bubar pada 2030 diunggah Gerindra lewat akun Facebook resmi mereka. Ini isi lengkap pidato Prabowo dalam video tersebut:

Saudara-saudara!

Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung!

Mereka ramalkan kita ini bubar, elit kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa.

Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita, saudara-saudara sekalian!

Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang! Semakin culas!Semakin maling!

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...