Dinilai Tak Paling Taat Prokes, 2 Daerah Ini Kena Sentil Satgas Covid-19
Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Dinilai Tak Paling Taat Prokes, 2 Daerah Ini Kena Sentil Satgas Covid-19

Rabu, 21 Jul 2021 | 09:40 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut relaksasi atas pengetatan membuat warga justru kerap mengabaikan protokol kesehatan.

"Relaksasi disalahartikan sebagai keadaan aman sehingga protokol kesehatan dilupakan," kata Wiku, Selasa (20/7).

Ia mengungkapkan dalam sepekan terakhir, sebanyak 26 persen desa dan keluarahan di Indonesia memiliki kepatuhan yang rendah dalam penggunaan masker. Sedangkan terkait aturan jaga jarak, sebanyak 28 persen desa dan kelurahan memiliki tingkat kepatuhan yang rendah.

"Restoran, permukiman warga, serta tempat olahraga publik, menjadi lokasi kerumunan yang kepatuhannya terendah," sebutnya.

Wiku dalam kesempatan itu juga menyinggung dua provinsi di wilayah Jawa-Bali, yakni Banten dan DKI Jakarta yang dinilai memiliki tingkat kepatuhan paling rendah.

"Desa/kelurahan yang tidak patuh pakai masker paling banyak terdapat di Banten sebesar 28,57 persen," kata Prof Wiku.

"Sedangkan untuk desa kelurahan yang tidak patuh menjaga jarak, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kelurahan paling banyak yaitu 48,26 persen, atau hampir setengah kelurahan di DKI Jakarta masyarakatnya tidak patuh dalam menjaga jarak," lanjutnya.

Wiku menjelaskan untuk menjaga tingkat kepatuhan masyarakat diperlukan pengawasan dan pnindakan yang tegas. Oleh karenanya, di wilayah yang memiliki kepatuhan rendah, butuh banyak pertimbangan sembelum akhirnya dapat dilakukan relaksasi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...