Dinilai Terlalu Banyak Memuji Saksi KPU, Hakim MK Tegur Tim Hukum Jokowi

Daniel
Daniel

Dinilai Terlalu Banyak Memuji Saksi KPU, Hakim MK Tegur Tim Hukum Jokowi Sidang sengketa pilpres

Winnetnews.com - Sidang sengketa pilpres yang dilangsungkan kemarin, Kamis (20/6), menghadirkan saksi ahli dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Profesor IT Marsudi Wahyu Kisworo. Ia memamparkan soal sisitem perhitungan (situng) yang digunakan oleh KPU untuk merekapitulasi data pilpres 2019.

Ada satu momen di mana pihak tim hukum Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, Luhut Pangaribuan, dinilai memuji terlalu berlebihan Marsudi. Sebelumnya Marsudi menjelaskan bahwa di belakang namanya ada tambahan gelar IPU yang memiliki kepanjangan Insinyur Profesional Utama.

Pihak dari tim hukum paslon 01 pada saat itu memberikan beberapa pertanyaan yang dinilai tidak sesuai dengan tema sidang seperti “Oh itu setara dengan guru besar di perguruan tinggi, ya?” hingga “Jadi sudah paling tinggi melebihi segalanya itu ya?”

Mendengar dialog antara Luhut dan Marsudi, Hakim MK Saldi Isra menegur keduanya. “Apa yang mau dicari sebenarnya? Cepatlah itu. Terangkan sudah itu. Pertanyaannya apa?” tegas Saldi Isra. Luhut mengatakan tujuannya bertanya sampai detail adalah agar tidak ada yang meragukan kualitas saksi ahli KPU tersebut.

Selain mendengarkan saksi ahli dari KPU kemarin, pada dua hari sebelumnya saksi dari pihak pemohon (paslon 02) juga sudah menjabarkan mengenai kecurangan yang terjadi di pilpres tahun ini. Hari ini sidang sengketa pilpres kembali dilanjutkan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Apa Reaksi Kamu?