(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dinilai terlalu tinggi, target pajak tahun depan masih bisa direvisi

Muchdi
Muchdi

Dinilai terlalu tinggi, target pajak tahun depan masih bisa direvisi

 Pemerintah menargetkan penerimaan sektor perpajakan tahun depan mencapai Rp 1.565,8 triliun. Untuk penerimaan pajak, pemerintah mematok sebesar Rp 1.368,5 persen atau naik 5 persen dibanding tahun ini Rp 1.294,2 triliun.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai target pajak pemerintah tahun depan tak masuk akal lantaran terlalu tinggi. Target penerimaan pajak 2014 saja, yang notabene lebih rendah, tidak tercapai.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, tidak menutup kemungkinan target penerimaan pajak direvisi. Tergantung kesepakatan antara pemerintah dan DPR. "Ya, bisa saja tergantung pembahasan," kata Menkeu Bambang saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/8).

"Kita masih punya waktu ya untuk menentukan itu. Pemerintah tidak keberatan misalkan harus direvisi," tambahnya.

Namun, menkeu mengaku akan mencari terobosan terobosan baru untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. Namun dia tidak menjelaskan strategi dan terobosan yang akan dilakukan untuk mencapai target itu.

"Pokoknya, kami akan cari terobosan-terobosan untuk meningkatkan penerimaan pajak," singkatnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Gerindra DPR menilai penerimaan target pajak tahun depan dinilai tidak masuk akal lantaran target tersebut terlalu tinggi dari ekspektasi. Sementara, untuk target pajak 2015 sebesar Rp 1.294,2 triliun belum tentu tercapai.

"Pemerintah membuat target pajak tidak masuk akal dan rasanya tidak mungkin tercapai," ujar Anggota Fraksi Partai Gerinda Rachel Maryam.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});