Diperiksa Penyidik Selama 12 Jam, Munarman Beberkan Dua Poin

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Diperiksa Penyidik Selama 12 Jam, Munarman Beberkan Dua Poin Sekum FPI, Munarman usai diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, Rabu (9/10) malam. [Foto: Harian Fajar]

Winnetnews.com - Polda Metro Jaya telah selesai memeriksa Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman terkait kasus persekusi relawan Jokowi, Ninoy Karundeng di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta, Senin (30/9).

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya memeriksa Munarman selama 12 jam, Rabu (9/10). Usai pemeriksaan, Munarman membeberkan ada dua poin penting yang ditanyakan penyidik.

Mengutip portal berita online Jawa Pos, Munarman mengatakan dua poin tersebut adalah soal penganiayaan Ninoy Karundeng dan rekaman CCTV Masjid Al-Falah.

“Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di masjid Al Falah. Saya bilang tidak tahu peristiwa itu. Jadi terkait klarifikasi soal konsultasi hukum dari salah satu tersangka yang kebetulan DKM masjid Al Falah kepada saya,” ujar Munarman.

Selanjutnya dia menjelaskan hubungannya dengan tersangka Supriadi. Menurutnya, Supriadi menghubunginya untuk berkonsultasi hukum terkait peristiwa penganiayaan tersebut. Sehingga statusnya dia dalam percakapan ini seorang pengacara dengan calon kliennya.

Terkait rekaman CCTV, saat itu dia memang meminta pihak masjid untuk memperlihatkan tayangan CCTV pada Senin (30/9) malam tersebut. Hal itu menurut Munarman perlu dilakukan sebagai calon kuasa hukum bisa memberikan penilaian dari aspek hukum terhadap kondisi masjid saat penganiayaan terjadi, sehingga bisa diputuskan langah hukum berikutnya.

“Saya sendiri belum lihat (rekaman CCTV). Saya belum dapat sama sekali. Karena saat kejadian, saya tidak ada (di lokasi),” tegas Munarman.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebut nama Sekretaris Umum FPI Munarman dalam kasus penganiayaan pegiat media sosial sekaligus relawan Joko Widodo (Jokowi), Ninoy Karundeng. Berdasarkan pengakuan S, salah satu tersangka yang ditangkap, sejumlah data yang berada di laptop korban dikirim ke Munarman.

“Ada juga (tersangka) insinyur S ya. Dia ini Sekretaris daripada DKM (masjid Al Falah). Dia perannya ada di lokasi kejadian kemudian memerintahkan menyalin data dari yang ada di laptop. Kemudian dia melaporkan semuanya kepada pak Munarman,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (7/10).

“Selanjutnya dia (S) juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, Munarman mengaku tak tak menahu kasus penganiayaan terhadap Ninoy. Dia mengetahui peristiwa ini dari sosial. “Begini saya tahu peristiwa (penganiayaan Ninoy) justru dari media online dan medsos,” ucap dia kepada JawaPos.com.

Munarman menjelaskan, beberapa hari setelah peristiwa terjadi, salah satu pengurus masjid Al Falah memang menghubunginya. Keperluannya untuk konsultasi hukum terkait peristiwa tersebut.

“Saya minta supaya rekaman CCTV masjid dikasih saya agar saya bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien,” tegasnya.

Apa Reaksi Kamu?