(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Diproyeksikan Target Kenaikan Cukai Rokok 2016 Jadi 11,5 Persen

Muchdi
Muchdi

Diproyeksikan Target Kenaikan Cukai Rokok 2016 Jadi 11,5 Persen

WinNetNews.com - Pemerintah mengusulkan penerimaan cukai hasil tembakau naik 23 persen menjadi Rp 148,85 triliun, dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016. Angka ini setara 95,72 persen dari total target penerimaan cukai tahun depan senilai Rp 155,5 triliun.

Ucap Johnly Kilapong, petani cengkih di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) seperti dilansir Antara "Jika cukai tembakau naik, akan berimbas juga ke petani cengkih,". Target kenaikan ini dinilai terlalu tinggi dan ditolak banyak pihak. Salah satunya Johnly Kilapong, petani cengkih di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)

Johnly mengatakan jika cukai tembakau naik, pastinya perusahaan rokok yang menggunakan tembakau dan cengkih akan menaikkan harga, dan bisa saja menekan harga hingga ke petani. Dia menjelaskan saat ini persaingan di pasar sangat ketat, sehingga jika cukai tembakau dinaikkan, pasti petani cengkih akan menerima dampak yang buruk.

baca juga : Target Cukai Rokok , Pemerintah Diminta Tak Dinaikkan, Produksi Menurun

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo juga menolak rencana kenaikan cukai rokok yang dinilai terlalu tinggi.

"Kenaikan target cukai 2016 oleh pemerintah adalah bukti nyata upaya pemerintah dalam memeras sektor industri hasil tembakau (IHT). Dari target cukai Rp 120,6 triliun pada 2015 naik menjadi Rp 148,9 triliun pada tahun 2016. Hal ini adalah upaya yang disengaja untuk membunuh sektor IHT nasional," kata Budidoyo.

 

Melihat kenyataan ini, kenaikan target cukai penerimaan hasil tembakau (HT) untuk tahun 2016 diperkirakan hanya menjadi sebesar 11,5 persen. Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno mengaku angka itu hasil perundingan Badan Anggaran DPR bersama Kementerian Keuangan dan akan dibahas lebih lanjut.

Angka 11,5 persen menurut Hendrawan merupakan keputusan yang sangat realistis.

"Mengenai angka pastinya nanti malam akan kita bahas bersama Menteri Keuangan. Nanti sore mulai pukul 17.00 WIB kita rapat," ucap Anggota Komisi XI DPR RI, Hendrawan Supratikno lewat pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (15/10).

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});