(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dirikan Asuransi Jiwa, Patungan Antara BTN dan Jasindo

Muchdi
Muchdi

Dirikan Asuransi Jiwa, Patungan Antara BTN dan Jasindo

WinNetNews.com - Membentuk usaha patungan di bisnis asuransi jiwa terus berjalan, yang telah di rencanakan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sebesar Rp 150 miliar sudah diteetapkannya modal awal untuk bisnis baru tersebut oleh Kedua BUMN tersebut . Pembagian setoran modal akan menyesuaikan dengan jumlah saham yang akan dimiliki masing-masing perusahaan.

Rencananya, saham perusahaan hasil patungan 51 persen dimiliki oleh BTN. Sedangkan sisanya 49 persen saham akan dikantongi Jasindo.Saat ini, kedua belah pihak masih melakukan pertemuan membahas perusahaan asuransi jiwa patungan yang akan mereka bentuk, Ujar Direktur Jasindo Sahata L Tobing. 

Direktur Jasindo Sahata L Tobing, di lansir Kompas ,Jakarta,Rabu (28/10/2015) , Mengatakan "Setelah kami hitung-hitungan, modal awal kami sekitar Rp 150 miliar." Direktur Utama BTN, Maryono justru masih belum mau berkomentar banyak soal ini. "Masih dalam kajian," ujar dia, kemarin.

Sahata menambahkan, realisasi pembentukan perusahaan asuransi jiwa patungan baru akan dilakukan pada tahun depan. Ini berarti rencana pembentukan bisnis asuransi jiwa patungan itu meleset dari rencana awal yang sejatinya diperkirakan rampung pada pengujung tahun ini.

 

"Kami baru akan mulai main bisnis asuransi jiwa tahun depan," kata dia. Ini karena kedua perusahaan pelat merah itu masih menyiapkan beberapa persiapan teknis.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Firdaus Djaelani mengatakan, OJK memang belum menerima permohonan pembentukan perusahaan asuransi jiwa milik Jasindo dan BTN tersebut. "Sampai saat ini, belum mengajukan izin, tetapi pembicaraan awal sudah," kata dia.

Sekadar informasi, rencana pembentukan asuransi jiwa patungan tersebut dilakukan, mengingat seluruh bank pelat merah melibatkan beberapa perusahaan asuransi untuk memberikan proteksi kepada debitor mereka.

Sebut saja BNI menggandeng BNI Life, lalu Bank Mandiri dengan AXA Mandiri atau Mandiri AXA General Insurance, serta BRI dengan Bringin Life. Sementara, BTN yang fokus pada penyaluran kredit pemilikan rumah, asuransi untuk debitur selalu melibatkan perusahaan asuransi swasta.

Karenanya, ini menjadi ladang bisnis baru bagi BTN maupun Jasindo menggarap asuransi kredit.  Sejatinya, BTN telah memiliki asuransi umum, yakni Asuransi Binagriya Upakara yang fokus pada asuransi kebakaran untuk perumahan dengan KPR BTN.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});