Dirut BEI: Wajar Bila Asing Lakukan <em>Profit Taking</em>
istimewa

Dirut BEI: Wajar Bila Asing Lakukan <em>Profit Taking</em>

Selasa, 2 Jan 2018 | 14:02 | Rusmanto

WinNetNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tahun ini optimis dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Meskipun sempat ada aksi profit taking tahun lalu, BEI mengaku tak gentar, karena banyak investor yang masuk kembali ke bursa.

Direktur Utama BEI Tito Sulistyo menjelaskan tahun lalu investor asing sempat melakukan aksi profit taking atau aksi ambil untung sekitar Rp 40 triliun.

"Mereka profit taking tahun lalu, itu bukan mereka lari. Tapi sekitar 15% keuntungannya dilepas," kata Tito di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/1/2018).

Tito menjelaskan aksi ambil untung oleh investor asing adalah hal yang wajar dalam perdagangan bursa saham. Menurut dia, meskipun ada aksi profit taking namun saat ini mulai banyak investor-investor yang mulai masuk ke Indonesia.

"Semua bisa dilakukan, jika ekonomi makro bagus, tata kelola manajemen fiskal bagus maka saham pasti bagus," ujarnya.

Menurut dia, saat ini Indonesia sudah memasuki tata kelola manajemen fiskal yang baik, inflasi rendah, bunga rendah dan pertumbuhan emiten yang bagus.

Tito menjelaskan, tahun ini memiliki potensi yang baik seperti bisnis properti mulai menggeliat, spending konsumen mulai naik. "Spending konsumen mulai keluar, jadi mestinya ekonomi bagus emiten hasilnya bagus dan membaik," ujarnya.

Tahun ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis IHSG bisa tumbuh di angka 20%. Menanggapi hal tersebut, Tito menjelaskan bursa efek adalah fasilitator yang perannya menjaga produk, pasar dan melakukan efisiensi.

"Jadi bursa lebih melihat kapitalisasi pasar agar mencapai 10.000 dalam 2 tahun ke depan. Itu adalah mimpi BEI dalam mengejar ketertinggalan," imbuh dia. (detikfinance)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...