Disebut Diktator, Erdogan Berang

Disebut Diktator, Erdogan Berang

Rabu, 20 Jan 2016 | 19:00 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Tim pengacara untuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengajukan gugatan untuk seorang pemimpin utama oposisi karena sudah menyebut Erdogan seorang diktator. Erdogan mengajukan tuntutan sebesar 100.000 lira (US$ 32.000) atas pencemaran namanya itu.

Gugatan Erdogan diajukan kepada pemimpin Partai Republik Rakyat (CHP) Kemal Kilicdaroglu yang membuat pernyataan kontroversial baru-baru ini. Kilicdaroglu memprotes tindakan Erdogan karena meminta pengacaranya menyelidiki para akademisi yang menandatangani petisi untuk mengkritik tindakan militer di wilayah tenggara Turki yang didominasi suku Kurdi.

Polisi langsung menangkap sebanyak 27 penandatangan petisi itu.

“Akademisi yang mengungkapkan pendapat mereka telah ditahan satu per satu atas instruksi yang dikeluarkan oleh yang disebut sebagai diktator,” ujar Kilicdaroglu dalam pidato perayaan 35 tahun kongres umum partainya di Ankara.

 

Petisi itu dibuat untuk melawan langkah keras militer kepada Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan mendesak mereka mengakhiri jam malam.

“Anda boleh tidak setuju dengan isi deklarasi. Kami juga memiliki persoalan dengan itu, kami juga punya ketidaksetujuan, tapi mengapa membatasi kebebasan berbicara,” ujar Kilicdaroglu.

CHP merupakan partai oposisi terbesar di Turki yang memiliki 134 kursi dalam parlemen Turki beranggotakan 550 orang. CHP telah dipimpin oleh Kilicdaroglu sejak Mei 2010.

Sebagai tambahan gugatan, seorang pengacara dari kantor kejaksaan di Ankara juga meluncurkan sebuah investigasi atas pernyataan Kilicdaroglu atas dakwaan “penghinaan kepada presiden”. Di Turki, tuduhan penghinaan terhadap presiden merupakan kejahatan yang bisa berakibat hukuman penjara lebih dari empat tahun. Meskipun Kilicdaroglu memiliki kekebalan hukum karena seorang anggota DPR, tapi parlemen bisa melakukan voting untuk mencabut perlindungan itu.

Ini bukan kali pertama perselisihan antara Erdogan dan Kilicdaroglu. Pada Juni 2015, Erdogan menggugat 100.000 lira melawan pemimpin CHP itu karena telah membuat “penderitaan mental” atas tudingan adanya kursi toilet emas di istana kepresidenan.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...