Diskriminatif Kepada WNI Keturunan Tionghoa, Mahasiswa UGM Gugat UU Keistimewaan DIY ke MK

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Diskriminatif Kepada WNI Keturunan Tionghoa, Mahasiswa UGM Gugat UU Keistimewaan DIY ke MK Sultan Hamengkubuwono X (foto: Nasional Tempo)

Winnetnews.com - Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan China, Felix Juanardo Winata, menggugat UU Nomor 13 tahun 2013 tentang Kiestimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Felix menilai UU di DIY sangat diskriminatif sehingga dirinya tidak bisa memiliki tanah pribadi di Yogyakarta.

Felix diketahui menggugat pasal 7 ayat 2 huruf d UU Keistimewaan DIY yang berbunyi: Kewenangan dalam urusan Keistimewaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pertanahan.

“Pemohon adalah WNI yang merupakan keturuhan Tionghoa, telah dirugikan secara langsung ataupun tidak langsung, karena pemberlakukan pasal a quo telah memberikan legitimasi bagi Pemerintah DIY untuk tetap memberlakukan Instruksi Wakil Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor K898/I/A/1975 tentang Penyeragaman Policy Pemberian Hak atas Tanah kepada Seorang WNI Nonpribumi,” bunyi permohonan Felix, dikutip dari Detik News, Selasa (19/11).

Tugu Jogja (foto: kotajogja.com)

Felix saat ini berstatus sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UGM dan mengatakan bahwa DIY secara sah telah menciptakan kesewnang-wenangan dalam menentukan urusan pertanahan. Ia mengaku ingin melakukan investasi dengan cara membeli sebidang tanah dengan status hak milik di wilayah DIY, namun dirinya tidak dapat mewujudkan hal tersebut.

Felix berpendapat bahwa atruan tersebut mendegradasi kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selain itu, peraturan tersebut dinilainya juga melanggar UU Nomor 5 tahun 1960 tentang Pokok Agraria. Atruan ini juga dinilainya sangat diskriminatif atas dasar ras dan suku WNI keturunan Tionghoa.

Keistimewaan DIY bukan pertama kali digugat ke MK. Pada 2016 silam, UU ini pernah digugat dan ditolak MK. Salah satu pertimbangan penolakan adalah Kesultanan Yogyakarta yang sudah lama eksis sejak Kerajaan Mataram lewat Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bertakhta tahun 1613 hingga 1645.

 

Apa Reaksi Kamu?