Disparda Bali Dukung Penundaan Pembangunan Hotel

Disparda Bali Dukung Penundaan Pembangunan Hotel

Sabtu, 26 Mar 2016 | 08:56 | Rusmanto
WinNetNews.com - Dinas Pariwisata Daerah Bali mendukung gagasan penundaan pembangunan semua jenis akomodasi wisata di Bali Selatan yang‎ dilontarkan oleh PHRI Badung dan Kadin Bali.

Kadisparda Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra menilai penghentian sementara pembangunan akomodasi wisata akan memberikan kesempatan menormalkan kembali persaingan harga antar pelaku usaha.

Dia mengatakan Pemprov Bali tidak memiliki wewenang untuk moratorium hotel, karena perizinan berada di tangan pemkab dan Pemkot. Pemprov hanya memiliki wewenang memberikan rekomendasi kepada BKPM Pusat, itupun khusus untuk hotel bintang lima.

Yuniartha menilai usulan tersebut jika ditindaklanjuti akan membantu memulihkan persaingan tidak sehat yang saat ini sedang terjadi. Dengan adanya penghentian sementara maka tingkat hunian atau okupansi akomodasi yang ada saat ini bisa meningkat.

Pasokan jumlah kamar hotel berbintang di Bali pada 2016 hingga 2019 diperkirakan akan bertambah sebanyak 15.952 kamar yang berasal dari 96 hotel bintang tiga dan lima. Angka tersebut berasal dari hasil riset Colliers International Indonesia yang merinci pasokan hotel bintang tiga bertambah 1.731 kamar, bintang empat 6.537 kamar, dan bintang lima sebanyak 7.684 kamar.

Pasokan tersebut berdasarkan dari rencana pembangunan sejumlah hotel bintang tiga hingga lima yang saat ini dalam proses. Rinciannya, hotel bintang tiga ada 14 hotel yang 13 di antaranya berencana mulai beroperasi pada tahun ini.

Adapun untuk hotel bintang empat saat ini sedang dibangun sebanyak 43 hotel, dan 23 diantaranya diperkirakan mulai beroperasi tahun ini. Sementara untuk bintang lima sebanyak 39 hotel, dan 15 diantaranya direncanakan rampung pada tahun ini.

Berdasarkan lokasi, sebagian besar berada di wilayah Bali Selatan, seperti Sanur, Kuta, Seminyak, Legian, Tanjung Benoa, Jimbaran Nusa Dua, hingga Tanah Lot. Tercatat hanya 11 hotel yang berlokasi di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar.‎ Tambahan kamar itu akan membuat wilayah selatan makin sesak, karena hasil penelitian BPBD Badung, pada 2015 terdapat 95.000 kamar di wilayah Bali Selatan.

disadur dari situs bisnis

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...