Disuruh Bayar Rp800 Ribu untuk 2 Ekor Ayam, Pelanggan ini Ngamuk
Foto: Facebook.com/Ana Julva CyaNk Bundha

Disuruh Bayar Rp800 Ribu untuk 2 Ekor Ayam, Pelanggan ini Ngamuk

Jumat, 17 Jan 2020 | 10:04 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Belakangan ini viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pengunjung rumah makan yang tidak terima saat disuruh membayar makanan yang dibelinya sebesar Rp800 ribu. Harga tersebut diberikan oleh pemilik rumah makan untuk dua ekor Ayam Pinadar yang telah disantap pembelinya.

Peristiwa ini menjadi perbincangan publik setelah diunggah oleh akun Facebook bernama Ana Julva CyaNk Bundha, pada Sabtu (4/01). Dalam rekaman tersebut, terlihat kalau kejadian ini terjadi di Rumah Makan Napinadar Malau Sidikalang, Sitinjo, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Wanita berbaju hijau yang ada dalam video itu terlihat keberetan dan tidak terima dengan total pembayaran yang diberikan oleh warung tersebut. Menurutnya, harga Rp800 ribu sangat tidak masuk akal.

“Ayam segitu? Yang benar saja. Nggak logis. Memang udah dimakan, tapi nggak begitu caranya,” kata wanita tersebut.

Kemudian dia pun menanyakan ayam jenis apa yang mereka suguhkan sehingga harganya bisa semahal itu. Kasir lalu menjelasakan kalau ayam yang mereka sajikan adalah jenis ayam kampung.

“Ayam kampung. Ya udah, kalau enggak mau makan enggak usah. Siapa suruh makan?” jawabnya.

Merasa masih tidak terima, pelanggan ini pun mengingatkan untuk tidak mematok harga yang tidak wajar. Menurutnya, rumah makan lainnya mematok harga jauh di bawahnya untuk menu yang sama.

Adu argumen pun tak terhindarkan, karena sang pelanggan tetap merasa kalau harga yang dipatok rumah makan tersebut tidak masuk akal. Karena menurutnya, ayam yang digunakan warung tersebut tidak berbeda dengan yang dipakai warung lain.

Viralnya video ini akhirnya membuat anak dari pemilik Rumah Makan Napinadar Malau Sidikalang memberikan klarifikasi melalui akun Instagram @bataknesia, pada Rabu (5/01). Melalui postingan tersebut, dia menjelaskan kalau pelanggan tersebut tidak terima dengan harga Rp800 ribu untuk dua ekor ayam yang dimakan oleh seluruh keluarganya yang berjumlah 10 orang.

Selain itu, dia juga menuliskan kalau harga tersebut dipengaruhi oleh momen tahun baru, di mana banyak harga bahan-bahan pokok yang sedang naik, termasuk ayam kampung. Selain itu, di daerah tersebut juga banyak babi yang mati. Sehingga harga ayam kampung yang normalnya Rp80 ribu naik hingga Rp120 ribu per ekor.

“Setiap harga di akhir tahun semua bahan pokok akan naik dan begitu juga dengan daging ayam kampung. Terutama karena 2019 babi banyak mati di Kabupaten Dairi,” tulisnya.

Kenaikan harga ayam itu menyebabkan makanan yang tadinya berkisar sekitar Rp25 ribu sampai Rp35 ribu, kini menjadi Rp40 ribu per porsinya.

Hingga saat ini, peristiwa itu masih menjadi perdebatan warganet. Ada yang memakluminya, namun ada pula yang merasa harga itu terlalu mahal.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...