Dita Diduga Memberikan Keterangan Palsu?

Dita Diduga Memberikan Keterangan Palsu?

Kamis, 4 Feb 2016 | 13:00 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Asisten pribadi Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, Dita Aditia Ismawati diduga melakkan pembohongan publik yang menyatakan dirinya belum terdaftar sebagai kader PDI-Perjuangan (PDIP). Dalam sejumlah kesempatan Dita mengaku merupakan kader Partai Nasdem.

Namun berdasarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang diperoleh, Dita sejak tahun 2009 telah terdaftar sebagai kader PDIP. KTA PDIP itu dikeluarkan di Jakarta pada 20 Januari 2009.

KTA itu ditandatangani oleh Bernardi Sadikin sebagi Ketua DPD PDIP DKI Jakarta. KTA itu juga ditandatangani oleh Ketua PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjen PDIP saat itu Pramono Anung.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Budiyatna berpendapat, sejak awal laporan Dita ke Bareskrim sudah dianggap aneh. Laporannya pun ke Bareskrim baru dilakukan sembilan hari setelah kejadian.

“Saya melihat ada upaya membungkam anggota DPR yang kristis seperti Masinton. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi kita. Kalau DPR sudah enggak kristis lagi demokrasi sudah tak berguna lagi,” ujar Budiyatna, Rabu (3/2).

 

Ia meminta Bareskrim dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) untuk objektif menangani kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan Masinton. Sebab, aroma “balas dendam” politik sangat kental dengan pengaduan yang disampaikan Dita.

“Pengaduan seperti (Dita) ini bisa terjadi kapan saja menimpa anggota DPR. Kalau asal proses dan dituduh bersalah hal ini akan berdampak luas bagi anggota DPR bila tak suka,” ucapnya.

Budiyatna juga meminta media dan publik tidak langsung menghakimi Masinton secara membabi-buta karena belum tentu bersalah. Fraksi PDIP juga harus objektif melihat permasalahan yang mendiskreditkan anggota Komisi III DPR itu.

Dita juga diduga melakukan pembohongan publik yang mengaku baru akan mendaftar sebagai kader PDIP. Padahal, Dita sejak 2009 silam telah memiliki KTA PDIP.

 

“Kalau begitu, jelas ada sesuatu yang aneh atas pernyataan (Dita) itu. Ini bisa jadi pembunuhan karakter bagi Masinton supaya tidak kristis lagi,” katanya.

Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto berharap perkara dugaan penganiayaan Masinton terhadap Dita tidak digunjingkan dan menjadi bola liar di masyarakat.

“Hal-hal seperti ini kan sebenarnya privasi. Maka penyelesaiannya (mestinya) secara pribadi, bukan untuk konsumsi publik," ujar Bambang Wuryanto.

Wakil Ketua Fraksi yang juga Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, Fraksi PDIP sudah menerima klarifikasi dari Masinton. Diharapkannya, agar Dita mencabut laporannya ke Bareskrim dan bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Saya sarankan ke Dita. Selesaikan baik baik. Staf dengan anggota harus sinergis, saling memperkuat,” kata Hendrawan.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...