Skip to main content

Dita Mengaku Dua Kali Dianiaya

Dita Mengaku Dua Kali Dianiaya
Dita Mengaku Dua Kali Dianiaya

WinNetNews.com - Dita Aditia Ismawati mengaku dua kali dianiaya oleh politikus PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. Hal itu diungkapkan Dita kepada Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Ratna Ramuntini, Senin (1/2/2016).

Dita, kemarin secara khusus menyambangi LBH APIK, melaporkan penganiyayaan yang ia alami. Ratna menjelaskan, selama bekerja menjadi asisten pribadi Masinton sejak April 2015, Dita telah dua kali mengalami tindakan kekerasan. "Sebelumnya pada 17 November 2015 di apartemen milik Dita," ungkap Ratna.

Tindakan kekerasan pada November silam, sebut Ratna, terjadi berawal dari kemarahan Masinton yang tidak bisa menghubungi Dita selama hampir satu hari.

Baca Juga: MKD Akan Gelar Rapim Bahas Kasus Dugaan Pemukulan Dita

Karena marah, ungkap Ratna, Masinton menghampiri apartemen asisten pribadinya di bilangan Cawang, Jakarta.

Ratna menyebutkan, dalam kejadian itu, Masinton mencekik dan merusak sejumlah barang milik Dita. "Ipad dan handphonenya (Dita) dirusak," kata Ratna.

Aktivis Perempuan, Nursyahbani Katjasungkana yang hadir pada kesempatan yang sama menuturkan, usai kejadian itu Masinton sempat minta maaf dan berjanji tidak mengulangi.

"Tapi dia (Masinton) buat lagi untuk kedua kali," kata Nursyahbani.

Pada kedua kalinya, sebut Ratna, Masinton kembali melakukan hal sama, setelah menjemput Dita dari sebuah bar bilangan Cikini, Jakarta.

Pemukulan yang terjadi di dalam mobil saat melintas pada kawasan Cawang, Jakarta, membuat perempuan berusia 27 tahun itu menderita luka lembam di bagian mata kiri.

Dita didampingi Badan Advokasi Bantuan Hukum Partai Nasdem pada Sabtu (30/1) lalu kemudian melaporkan Masinton ke Badan Reserse Kriminal Polri.

Dalam pelaporan tersebut, Masinton dilaporkan melanggar Pasal 351 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan dan denda Rp 450 ribu.

Kemarin, Dita sambil sesunggukan kembali menceritakan apa yang dialaminya. Dalam kesempatan itu, ia menceritakan kronologis sehingga dirinya mendapatkan penganiayaan. "Mulai di mobil dia bilang 'dasar kau nggak tahu malu, ngapain di sana, udah jam berapa ini belum balik?" ungkap Dita.

"Saya jawab kumpul-kumpul aja, terus saya kasih kuncinya ke uwe (Husni) dan saya kasih uang Rp 20 ribu untuk bayar parkir di NasDem. Turun lah di depan gerbang DPW NasDem Pak Husni ambil mobil lalu pelaku duduk di depan untuk nyetir," kata Dita yang menangis sesenggukan.

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyarankan kepada Dita untuk menarik laporannya. PDIP, kata Hendrawan, sudah menerima klarifikasi dari kadernya, Masinton Pasaribu yang diduga menganiaya stafnya, Dita Aditia.

PDIP berpegang pada kesaksian Masinton dan meminta masalah ini diselesaikan baik baik. "Saya sarankan ke Dita. Selesaikan baik baik. Staf dengan anggota harus sinergis, saling memperkuat," ujarnya.

Sebelumnya, pihak Dita menyebut penganiayaan oleh Masinton terjadi di dalam mobil saat perjalanan dari Cikini, Jakarta Pusat, menuju Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis (21/1) lalu.

Akibat penganiayaan itu, Dita terlihat mengalami luka pada mata sebelah kiri. Ada warna merah dan hitam pada matanya yang luka.

Masinton membantah telah melakukan penganiayaan kepada Dita. Dugaan penganiayaan lalu terjadi saat tiba-tiba.

Menurut Masinton, Dita menarik setir mobil yang sedang melaju. Buk! Dita terkena pukul pada bagian mata kanan. Namun menurut Masinton, bukan dia yang memukul Dita, tapi sopirnya.

Dilansir dari laman tribunnews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top