Ditahan di Lapas Sukamiskin,  Setya Novanto dapat Hak Rindu
Foto:Istimewa

Ditahan di Lapas Sukamiskin, Setya Novanto dapat Hak Rindu

Minggu, 6 Mei 2018 | 12:46 | Cindy Cesilia

WinNetNews.com-  Tersangka kasus korupsi e-KTP,  Setya Nocanto sudah resmi mendekam di Lapas Sukamiskin,  Bandung.

Dikutip dari berbagai sumber yang ada, Direktur Jenderal Permasyarakat Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami memastikan tidak ada pejabat yang bisa berpelesiran dari lapas tersebut.

Namun, dia membenarkan ada hak bagi terpidana untuk keluar mengunjungi keluarga.

"Ada mekanisme cuti mengunjungi keluarga misalnya. Itu barangkali yang dilihat teman-teman, mereka memang diizinkan," kata Utami.

Izin tersebut diberikan dengan sejumlah persyaratan dan mekanisme. Salah satu persyaratannya adalah ketika seorang narapidana sudah menjalani masa tahanan hukuman sebanyak dua tahun.

"Memang ada mekanisme itu. Undang-undang memberikan kesempatan kepada kita untuk memberikan hak secara terbatas hak rindu dengan keluarganya mestinya diberikan," lanjut Utami. 

Setya Novanto tidak banding atas vonis Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus korupsi e-KTP.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menilai Setnov terbukti terlibat dalam kongkalikong proyek e-KTP di lingkungan Kementerian Dalam Negeri.

Atas perbuatannya itu, Setnov divonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidier tiga bulan kurungan.

Hakim menyatakan Setya terbukti melakukan korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP.

Hakim juga mewajibkan Setya Novanto membayar uang pengganti senilai US$ 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar seperti yang sudah dikembalikan.

Mereka juga memutuskan mencabut hak politik Setya selama lima tahun, setelah menjalani masa hukuman. 

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...