Ditanya Soal Jadi Menteri Atau Cawapres, Ahok : Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat Disini
Sumber foto : istimewa

Ditanya Soal Jadi Menteri Atau Cawapres, Ahok : Kafir Mana Boleh Jadi Pejabat Disini

Jumat, 5 Mei 2017 | 02:21 | Oky

Winnetnews.com - Karir politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi tanda tanya banyak pihak pasca kekalahan di Pilkada DKI.

Ahok yang masih menjabat hingga Oktober 2017 dikait-kaitkan dengan sejumlah jabatan penting di pemerintahan.

Banyak pihak juga menduga langkah politik Ahok setelah kekalahan, menjadi kandidat calon wakil presiden [Cawapres]. Pilpres sendiri digelar tahun 2019 mendatang. Menanggapi hal itu Ahok mengelak kemungkinan itu. Menurutnya menjadi wakil presiden merupakan hal yang sulit diwujudkan.

“Mau jadi gubernur aja susah, ini lagi mau jadi wapres. Kafir mana boleh jadi pejabat di sini,” ujar Ahok sambil tersenyum di Balaikota DKI, Kamis (4/5/2017).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menegaskan, usai lengser sebagai gubernur tidak akan menduduki jabatan politis di pemerintahan. Ahok juga memastikan dirinya tidak akan bergabung ke partai politik mananpun. Ia berniat menjadi pembicara.

“Saya sudah putuskan selesai ini, saya akan jadi pembicara saja. Gak masuk partai politik, gak mau jadi menteri, gak jadi staf presiden, semua enggak. Kita ngajar aja, jadi mendidik aja,” pungkas Ahok.

Setelah kekalahan di Pilkada DKI Jakarta, Ahok dihubung-hubungkan dengan jabatan di pemerintahan. Kursi Menteri Dalam Negeri disebut-sebut cocok dengan karakter Ahok. Selain jabatan di pemerintahan, mantan politisi Partai Gerindra ini juga didorong menjadi kepala daerah melalui pilkada serentak tahun depan.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...