Ditetapkan Tersangka Suap, Akhir Kisah Imam Nahrawi Hirup Udara Segar di Kemenpora
Imam Nahrawi saat masa-masa akhir di Kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (19/9/2019). [Foto: Antara]

Ditetapkan Tersangka Suap, Akhir Kisah Imam Nahrawi Hirup Udara Segar di Kemenpora

Kamis, 19 Sep 2019 | 15:57 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Bukannya memakai seragam oranye Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jaket buntung khas tersangka kasus korupsi, Imam Nahrawi mengakhiri masa kerjanya untuk sekadar mengirup udara segar di Kantor Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Sebelumnya, KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Rabu (18/9/2019). Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Imam Nahrawi langsung membuat surat pengunduran diri yang langsung dikirimkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Imam yang masih menghirup udara segar Kantor Kemenpora, sempat menunaikan ibadah shalat Dzuhur. Usai shalat, Imam berkisah tentang awal mula menjadi Menpora pada 2014.

"Saya dulu waktu awal kali jadi menteri itu langsung masuk masjid, sembahyang. Saya berkenalan dengan jemaah di masjid, sekarang saya juga salat Zuhur di sini bersama jemaah yang lain, ini sebagai semangat. Tapi karena ini masjid nggak boleh ada statement apa pun," ujar Imam Nahrawi seperti dikutip Detik.com, Kamis (19/9/2019).

image0
Foto: iNews.id

Dari masjid, Imam menuju Wisma Kemenpora. Imam menemui seluruh pejabat eselon Kemenpora. Pertemuan berlangsung tertutup. Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka KPK. Dia diduga menerima suap total Rp 26,5 miliar terkait hibah KONI dan penerimaan lainnya.

Uang itu diduga merupakan commitment fee atas pengurusan hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kemenpora pada 2018. Penerimaan juga diduga terkait dengan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam.

Imam Nahrawi kemudian mengundurkan diri dari posisinya. Surat pengunduran diri sudah diserahkan ke Jokowi.

"Tentu saja akan kita segera kita pertimbangkan apakah segera diganti dengan baru atau memakai Plt," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...