Djarot: Kasus Ahok bukan Sekedar Penistaan Agama

Rusmanto
Rusmanto

Djarot: Kasus Ahok bukan Sekedar Penistaan Agama Djarot Syaiful Hidayat

WinNetNews.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menyebut kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan sekadar penistaan agama. Djarot menduga kasus hukum Ahok telah diintervensi pihak-pihak yang memiliki kepentingan politis.

"Persoalan pak Ahok bukan persoalan hukum saja, tapi ditarik ke masalah politik, maka prosesnya demikian cepat," kata Djarot di Rumah Lembang, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Djarot berusaha lapang dada menghadapi kasus yang menimpa pasangannya itu. Dia ingat pada pepatah, semakin tinggi pohon makin kencang hembusan anginnya. Djarot hanya memikirkan bagaimana ia dan Ahok bisa sama-sama saling menguatkan agar tidak tumbang.

Djarot mengungkapkan, pohon yang kuat pasti ditopang akar yang kuat. Akar yang kuat itu adalah warga Jakarta "Akar itu menembus dan menyerap energi dari tanah dan air untuk perkuat pohon itu. Akar itu pada dasarnya rakyat Jakarta," ujar Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar itu mengungkapkan, seorang pemimpin harus bisa tahan banting. Kalau tidak, pemimpin itu mudah diinjak-injak. "Pemimpin seperti itu jadi saja rumput, jadi saja semak-semak (mudah diinjak)," tegas Djarot.

Kejaksaan Agung telah menyatakan bahwa berkas perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok dinyatakan sudah lengkap atau P21. Hari ini berkas Ahok pun sudah dilimpahkan ke Kejagung.

Mabes Polri sendiri resmi menetapakan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama Surat Al Maidah Ayat 51, pada Rabu, 16 November 2016 lalu. Ahok dijerat dengan Pasal 156 dan 156 a KUHP.

Apa Reaksi Kamu?