Djarot: Warga Apartemen dan Rusun Harus Terima Petugas Sensus Ekonomi

Djarot: Warga Apartemen dan Rusun Harus Terima Petugas Sensus Ekonomi

Rabu, 4 Mei 2016 | 10:25 | Gunawan Wibisono
WinNetNews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pendataan sensus ekonomi di Jakarta yang sudah dimulai sejak Minggu (01/05) mohon untuk benar-benar dilaksanakan oleh warga Jakarta. Terutama untuk semua penghuni apartemen dan rumah susun (rusun) harus terbuka bagi petugas sensus ekonomi yang akan datang ke rumah-rumah warga.

"Tidak boleh ada pengecualian. Termasuk aparteman, mereka (petugas sensus ekonomi) harus bisa masuk. Semua pintu apartemen, juga rusun-rusun harus terbuka untuk petugas sensus ekonomi," kata Djarot seusai menerima petugas sensus ekonomi di rumah dinasnya, Jalan Besakih, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Menurutnya, ada sekitar 3,5 juta rumah tangga yang harus didata oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta. Sedangkan pendataan sensus ekonomi ini akan berakhir pada 31 Mei.

Dalam waktu yang singkat tersebut, Djarot meminta warga Jakarta dapat bekerja sama dengan petugas sensus ekonomi tersebut. Bahkan bila ada petugas sensus yang dipersulit, Djarot meminta mereka melaporkan kepada dirinya.

"Kalau sampai mereka tidak boleh masuk, sampaikan kepada kami. Akan kami kawal sama Lurah, Ketua RT dan RW. Karena ada 3,2 juta rumah tangga yang harus didata lho,” tegasnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini menerangkan pendataan sensus ekonomi sangat penting untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil kebijakan ekonomi. Salah satunya adalah menurunkan angka Gini Ratio atau ketimpangan ekonomi di Jakarta yang semakin melebar.

"Kan tujuan kita baik untuk mengetahui kondisi ekonomi di Jakarta seperti apa. Ini adalah salah satu cara untuk menurunkan angka ketimpangan. Sebanyak 20 persen penduduk yang kaya cepat sekali pendapatannya meningkat. Apalagi sekarang pendapatan per kapita di Jakarta sekitar 14 ribu dolar Amerika. Ini tinggi memang, tapi ya sayangnya yang tinggi hanya yang 20 persen ini. Sedangkan yang lainnya melambat," jelasnya.

Sumber: Beritasatu.com

Foto: Beritajakarta.com

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...