DKI Bakal Terapkan Tarif Resmi Untuk Angkutan Umum Aplikasi

DKI Bakal Terapkan Tarif Resmi Untuk Angkutan Umum Aplikasi

Minggu, 24 Apr 2016 | 20:54 | Rike
WinNetNews.com-Pemprov DKI Jakarta bakal tetapkan tarif pada angkutan umum beraplikasi sama seperti taksi resmi yang ada sebelumnya. Jika mereka tak mau, Pemprov DKI janji akan mengandangkan kendaraan mereka selamanya.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak dalam Trayek, pihaknya pada Rabu, 27 April 2016 mendatang bakal pertemukan pebisnis aplikasi Uber, Grab bersama mitranya dengan Organda, akademis, kepolisian dan sebagainya.

Pada pertemuan nanti, tambah Andri, bakal terlebih dahulu tanyakan kepada pebisnis aplikasi mengenai segmentasi bisnis yang dikerjasamakan dengan mitranya. Ini berarti, jika pebisnis dan mitranya sepakat bermain dalam segmentasi angkutan sewa, pihaknya bakal minta mereka buat pernyataan tertulis dengan materai yang berisi bilamana pada aplikasi ditemukan tarif, mereka siap dikenakan sanksi dikandangkan selamanya."Kalau mereka mau bermain di angkutan tanpa trayek seperti taksi, kami akan tentukan tarifnya. Nanti kami pertemukan dulu mereka dengan Organda. Intinya tidak boleh ada persaingan tarif di dalam satu bisnis yang sama," terang Andri Yansyah saat dihubungi Minggu (24/4/2016).Andri menerangkan, penetapan tarif yang berlaku pada Uber, Grab Car dan sebagainya itu belum tentu sama dengan tarif taksi resmi yang ada kini. Karena, pihaknya bakal minta supaya tarif taksi dihitung kembali besarannya."Untuk kesepakatan tarif akan diatur. Kami akan bahas, termasuk antara pengusaha taksi resmi dan taksi aplikasi. Pastinya, mereka ada argo buka pintu dan kilometernya. kalau nggak tertera, pajak dari mana?," ungkap dia.

Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan menyebutkan, tarif taksi yang ada kini seluruhnya memakai tarif bawah Rp7.500 dengan per kilometernya Rp3.500. Karena, selain kondisi ekonomi, daya saing yang ada semakin ketat. Untuk itulah, Shafruhan berharap supaya pebisnis aplikasi dengan mitranya ikuti aturan resmi yang diatur Pemprov DKI Jakarta. Dengan begitu, tambah dia, pebisnis taksi resmi membuka pintu kepada pebisnis aplikasi untuk bersaing.

Sumber:sindonews.com

Foto: http://www.tangandiatas.com

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...