DKI Jakarta Pancaroba, Waspada Hujan Badai dan Banjir
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tengah mengantisipasi banjir jelang musim hujan. [Foto: Kompas]

DKI Jakarta Pancaroba, Waspada Hujan Badai dan Banjir

Selasa, 5 Nov 2019 | 10:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Hujan sudah mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak akhir Oktober 2019. Memasuki bulan November 2019, warga diminta agar waspada terhadap bencana banjir di sejumlah titik.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko menyebut, DKI Jakarta saat ini tengah masuk masa transisi cuaca atau pancaroba.

Ia mengatakan, tahapan pancaroba sudah dimulai sejak awal November 2019. Menurutnya, sudah ada potensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan, namun proses itu belum rutin dan merata.

“Penyebabnya oleh kondisi lokal atau disebut hujan sporadis. Potensi hujannya dapat dimungkinkan terkadang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat," ucapnya seperti dikutip Merdeka.com, Senin (4/11)

Hary menyatakan prakiraan curah hujan dasarian I dan II November 2019 dalam kategori rendah. Sedangkan pada dasarian III November dan I Desember curah hujan mulai meningkat.

"Bahkan daerah yang diprakirakan kategori menengah semakin meluas dan curah hujan kategori rendah mulai berkurang," ujar Harry.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan menyatakan pihaknya telah menyiapkan cara dalam mengantisipasi adanya banjir pada musim hujan tahun ini.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya berkoordinasi dengan kelurahan untuk kebersihan saluran air dan drainase.

Kemudian, melakukan koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air guna nemastikan keberfungsian pompa mobile dan pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.

"Berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kesiapan melakukan pengangkatan sampah-sampah yang berada kali dan di pintu-pintu air," ucap Ridwan.

Lalu, dilakukannya pengecekan keberfungsian alat sistem peringatan dini seperti Disaster Warning System (DWS) yang berada di bantaran Kali Ciliwung dan Automatic Weather Sensor (AWS).

Ridwan juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan logistik dan tenda-tenda pengungsian serta dapur umum. Selain itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk memastikan kesiapan perahu-perahu karet untuk evakuasi saat banjir tiba.

"Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bencana banjir dan pencegahannya," tandasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...