Skip to main content

Dolar AS Idealnya di Rp 13.000-an

Dolar AS Idealnya di Rp 13.000-an
Dolar AS Idealnya di Rp 13.000-an

Dolar Amerika Serikat masih perkasa terhadap rupiah di kisaran Rp 14.300. Hal ini menurut beberapa orang dinilai sudah tidak wajar, dan melebihi angka fundamentalnya.

"Saya bilang secara fundamental angkanya harusnya tidak segini, harusnya di Rp 13.000-an," kata Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Budi Gunadi Sadikin di acara Seminar Nasional dan Peluncuran Buku Bijak Ber-eBanking, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Budi menjelaskan, faktor utama yang menekan rupiah adalah soal kepercayaan dan persepsi masyarakat Indonesia terhadap ekonomi.

"Sekarang lebih ke trust dan confident-nya yang perlu dijaga, jangan beritain yang jelek-jelek nanti harga dolar naik, makanya harus lebih tenang, agar trust ada di pengusaha dan rakyat," katanya.

Budi menyebutkan, secara fundamental kondisi perekonomian Indonesia masih dalam kondisi baik terlihat dari angka inflasi yang tetap terjaga di level rendah, current account deficit yang menurun, dan neraca perdagangan yang positif.

"Kalau fundamentalnya jauh lebih bagus, inflasi turun, current account turun, defisit sudah di bawah 2,5%, trade balance positif," katanya

Budi menyebutkan, di sisi lain pemerintah juga perlu agresif dalam menggenjot serapan anggarannya agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan semakin tinggi.

"Salah satunya mestinya anggaran dipercepat, pemerintah kan sebenarnya punya uang untuk di-spend, ya penghematan dari subsidi BBM," tandasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top