Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai Obat Ekspektoran

Rusmanto

Dipublikasikan 2 hari yang lalu • Bacaan 2 Menit

Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai Obat Ekspektoran
detikcom
Winnetnews.com -  Ekspektoran adalah obat batuk berdahak sekaligus dapat melegakan napas saat sedang flu, batuk pilek, dan alergi. Biasanya, obat ini dikemas dalam bentuk sirup, tablet, atau kapsul. Obat ini ada yang dijual bebas dan ada juga yang membutuhkan resep dokter.

Dikutip dari MIMS, ekspektoran bekerja dengan cara mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernapasan. Dengan ini, dahak akan mudah dikeluarkan saat batuk sehingga napas menjadi lebih lega. Berikut ini adalah dosis, efek samping, dan aturan pakai obat ekspektoran untuk mengatasi batuk berdahak.

Dosis Ekspektoran Sesuai Jenisnya

Terdapat dua jenis ekspektoran medis yang biasa digunakan untuk mengatasi batuk berdahak, antara lain:

1. Guaifenesin

Guaifenesin adalah ekspektoran yang dijual bebas untuk mengobati batuk pilek, nyeri, dan demam. Guaifenesin dapat membuat konsistensi dahak menjadi lebih encer, sehingga dapat mudah dibuang saat batuk.

Untuk mengatasi batuk, dosis Guaifenesin yang diberikan adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: Diberikan dosis 200-400 mg tiap 4 jam. Untuk tablet pelepasan lambat, diberikan dosis 600-1.200 mg tiap 12 jam. Dosis maksimal 2.400 mg per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun: Diberikan dosis 100 mg empat kali sehari. Dosis maksimal 400 mg per hari.

2. Potassium Iodide

Ekspektoran jenis ini hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter. Obat ini juga dapat diberikan kepada pengidap penyakit asma, emfisema, dan paru-paru kronis.

Dosis Potassium Iodide untuk mengatasi batuk adalah 300-600 mg, tiap 3-4 kali sehari.

Selain itu, ada beberapa bahan-bahan alami yang mengandung ekspektoran, seperti menthol, daun ivy, dan madu.

Efek Samping Ekspektoran

Mengonsumsi ekspektoran dapat menyebabkan efek samping seperti berikut ini:

  • Kelelahan
  • Mengantuk
  • Mual dan muntah
  • Nyeri pada rahang bawah
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Ruam

Selain itu, terdapat sejumlah reaksi alergi obat yang ditandai dengan:

  • Batuk berdarah
  • Gondok atau pembesaran kelenjar tiroid
  • Keluar air liur berlebih
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Tinja berdarah
  • Aturan Pakai Ekspektoran

Selalu ikuti petunjuk dokter atau baca label petunjuk sebelum menggunakan Ekspektoran. Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas berat setelah mengonsumsi obat ini, lantaran bisa menyebabkan kantuk dan sakit kepala. Jangan memberikan ekspektoran kepada anak berusia di bawah 6 tahun, kecuali dianjurkan oleh dokter.

Minum banyak air putih selama menggunakan ekspektoran, karena obat ini menggunakan bantuan air untuk mengencerkan dahak. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping yang tidak kunjung sembuh atau reaksi alergi obat setelah mengonsumsi ekspektoran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mengenal Ekspektoran: Dosis, Efek Samping, dan Aturan Pakai"


 

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...