DPR AS Bakal Teruskan Pasal Pemakzulan Trump ke Senat Pekan Depan
Pasal pemakzulan Presiden AS, Donald Trump bakal diteruskan DPR AS ke Senat AS. [Foto: Courant.com]

DPR AS Bakal Teruskan Pasal Pemakzulan Trump ke Senat Pekan Depan

Sabtu, 11 Jan 2020 | 12:20 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  DPR Amerika Serikat (AS) yang dipimpin Partai Demokrat, secara formal akan mengirimkan pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump ke Senat AS pada awal pekan depan. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Dalam sebuah surat kepada anggota DPR, Pelosi mengatakan dia telah meminta Ketua Komite Kehakiman DPR AS, Jerrold Nadler untuk bersiap membawa resolusi untuk menunjuk pelaksana persidangan minggu depan dan mengirimkan pasal pemakzulan ke Senat.

"Saya akan berkonsultasi dengan Anda pada pertemuan Kaukus Demokratik DPR Selasa (pekan depan) tentang bagaimana kita melangkah lebih jauh," kata Pelosi, politis top Demokrat di DPR AS, dalam suratnya seperti dilansir SINDOnews.com dari Reuters, Sabtu (11/1).

DPR AS memakzulkan Trump per Desember 2019 dengan tuduhan telah menyalahgunakan kekuasaan dengan menekan Ukraina untuk menyelidiki saingan politik dalam negeri dan menghalangi upaya Kongres untuk menyelidiki dugaan pelanggaran tersebut.

Tetapi persidangan untuk menentukan bersalah atau tidaknya Trump tidak dapat dimulai di Senat AS yang dikuasai Partai Republik sampai DPR mengirimkan pasal pemakzulan.

Pelosi telah menahan pasal pemakzulan tersebut selama berminggu-minggu dalam upaya untuk menekan Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell, untuk membocorkan rincian rencananya untuk sidang pemakzulan di Senat.

Demokrat khawatir Senat dapat dengan cepat membatalkan dakwaan terhadap Trump. Mereka menginginkan jaminan bahwa persidangan akan menyertakan kesaksian dari saksi baru, termasuk mantan penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton.

Dalam suratnya Pelosi menuduh McConnell berniat untuk menghalangi persidangan yang adil dengan menandatangani undang-undang Senat yang akan membatalkan tuduhan terhadap Trump dan dengan demikian mempersingkat persidangan.

"Sebuah pemakzulan adalah sebuah penyamaran dan merampas kebenaran orang-orang Amerika," kata Pelosi.

Sementara itu McConnell mengatakan Pelosi tidak bisa memberi tahu Senat bagaimana melakukan persidangan. Ia mengatakan memiliki cukup suara dari rekan-rekannya dari Partai Republik untuk memulai proses tanpa komitmen untuk memanggil saksi.

Seorang ajudan McConnell menolak mengatakan kapan sebuah resolusi yang menguraikan rencana persidangan akan diumumkan. [sindo]

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...