DPR Fokuskan Kasus Novanto, Rapat Bamus Terbengkalai

DPR Fokuskan Kasus Novanto, Rapat Bamus Terbengkalai

WinNetNews.com - Beberapa Anggota Dewan mengeluhkan tentang terhambatnya aktivitas rapat Bamus (Badan Musyawarah) DPR sejak MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) mulai mengadili kasus pelanggaran etik Ketua DPR, Setya Novanto.

Pada awalnya rapat bamus dijadwalkan akan dilaksanakan pada Selasa (1/12/15) kemarin, namun karena bersamaan dengan jadwal sidang MKD alhasil rapat ini diundur hingga kamis (3/12/15). Namun, hari itu pun berjalan tanpa rapat Bamus.

Dilansir dari Detik, rapat Bamus biasanya diadakan sebelum rapat paripurna, yaitu untuk menentukan jadwal dan pembahasan di paripurna. Dengan belum adanya rapat Bamus, maka belum ada pula paripurna.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa rapat Bamus belum diadakan karena agenda yang terkumpul baru sedikit. Dia tidak mau paripurna hanya membahas satu hal saja.

"Agendanya cuma sedikit," kata Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2015).

Disinggung soal hubungan antara keberjalanan sidang MKD dan batalnya rapat Bamus, Fadli tidak menampiknya. "Ya karena itu juga," ucapnya.

Namun, dia menegaskan hasil hasil di MKD tidak berpengaruh pada kinerja pimpinan. Keduanya dibiarkan berjalan secara bersamaan.

"Tidak juga (berpengaruh). Simultan saja," ujar Waketum Gerindra ini.

Hingga saat ini, belum diketahui kapan paripurna DPR berikutnya akan berlangsung. Politikus NasDem Taufiqulhadi sebelumnya sempat mengeluhkan hal ini.

"Bamus batal karena pimpinan dewan yang harus memimpin rapat Bamus tidak mau keluar dari ruang kerjanya karena stres dengan hasil MKD," kata politisi NasDem, Taufiqulhadi dilansir dari Detik, Selasa (1/12/2015).