Skip to main content

DPR Minta Bareskrim Usut Tuntas Korupsi

DPR Minta Bareskrim Usut Tuntas Korupsi
DPR Minta Bareskrim Usut Tuntas Korupsi

WinNetNews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan ada kerugian negara sebesar Rp27 Triliun atas penjualan Kondensat SKK Migas kepada PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Angka itu berdasarkan audit investigatif BPK yang diminta oleh Bareskrim Mabes Polri.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi VII DPR Kurtubi meminta Bareskrim Polri segera mengusut tuntas kasus yang merugikan negara. "Kasus sudah lama bahwa ada penjualan kondensat yang belum terbayar, oleh pihak TPPI dan itu bukan uang kecil dan ini harus segera diselesaikan harus ada solusinya," ujar Kurtubi kepada Rimanews, Selasa (26/01/2016).

Baca Juga: PNS RSUD Tertangkap Tangan Jual Narkoba

Terlebih, kata dia, saat ini TPPI sudah dioperasikan oleh PT. Pertamina, sehingga harus ada kepastian agar negara jangan sampai dirugikan. "Penegakan hukumnya harus berjalan, sehingga ada semangat untuk membikin jera," katanya.

Ia mengingatkan, jangan sampai sektor migas menjadi sasaran dari pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan. TPPI, ke depan juga menjadi salah satu andalan dalam rangka pengadaan BBM nasional.

"Ke depan agar TPPI ini tidak jadi beban bagi dirinya sendiri, kasus penjualan kondensat yang belum terbayar harus dituntaskan," ucapnya.

Baca Juga: Kesan Warga Terhadap Tersangka Penyimpanan 100 kg Sabu di Jepara

Mengenai pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menganggap persoalan penjualan kondensat hanya sekedar utang piutang, Kurtubi menegaskan bahwa ada laporan BPK yang menyatakan adanya kerugian negara.

"Aparat penegak hukum harus bertindak dong terutama lebih-lebih orangnya masih ada dipanggil, diusut, sehingga ada kepastian solusi akhirnya," tutupnya.

Dilansir dari laman rimanews

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top