(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Dream Theater Puaskan Mata dan Telinga Para Penggemarnya di JogjaROCKarta

Oky
Oky

Dream Theater Puaskan Mata dan Telinga Para Penggemarnya di JogjaROCKarta sumber foto : supermusic.id

Winnetnews.com - Para profesor musik rock kembali ke Indonesia! Setelah dua kali menyambangi tanah air, Dream Theater kembali menginjakkan kakinya di Indonesia, dan kali ini bukan di Jakarta, melainkan di kota istimewa Yogyakarta, tepatnya pada gelaran JOGJAROCKARTA 2017.

Menjelang acara digelar, terdapat polemik perihal venue acara. Dari ide awal yang ingin digelar di Candi Prambanan, lalu diputuskan dilaksanakan di Stadion Kridosono. Ternyata pihak promotor mendapat lampu hijau untuk boleh mengadakan acara di Candi Prambanan. Rajawali Indonesia Communication selaku promotor segera menyebarkan kabar gembira itu.

Namun H-2 diselenggarakannya acara, venue berubah lagi menjadi kembali ke Stadion Kridosono. Usut punya usut, ternyata pihak acara mendapat protes dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), padahal promotor telah mengantongi izin menyelenggarakan acara di Candi Prambanan. Tak mau polemik berkepanjangan hingga menyebabakan citra Jogja dan Indonesia buruk di mata internasional, akhirnya pihak promotor mengalah.

Beruntung Dream Theater tak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka tetap mau tampil selama dua malam menghibur publik JogjaROCKarta 2017.
Dibuka oleh deretan band cadas papan atas terbaik tanah air seperti God Bless, PAS Band, Roxx, Power Metal, Burgerkill, Kelompok Penerbang Roket, GHO$$, Killa The Phia dan dua band tuan rumah: Death Vomit dan Something Wrong.

Tepat pukul 9 malam, panggung menyala dan Dream Theater langsung menyapa penonton di hadapan mereka. Penampilan dibuka oleh “The Dark Eternal Night” dari album Systematic Chaos (2007). Bukan Dream Theater namanya kalau tidak menyuguhkan aksi penuh skill .

Dari vokal prima James Labrie, kecepatan jari dan raungan distorsi gitar John Petrucci serta petikan bass John Myung, kelincahan Jordan Rudess memainkan jemarinya di kibor, hingga
power Mike Mangini menghajar set drumnya.

Berturut nomor-nomor hit dibawakan, “The Bigger Picture”, “Hell's Kitchen”, “The Gift of Music”, “Our New World” sampai “As I Am” dan “Breaking All Illusions”. Bahkan John Myung sempat memamerkan aksi solo membawakan komposisi “Portrait of Tracy” dari idolanya, sang bassis legendaris Jaco Pastorius. Dream Theater juga sempat menyelipkan “Enter Sandman” dari Metallica di tengah-tengah “As i Am”.

Diselingi istirahat sejenak selama kurang lebih 20 menit, tiba saatnya Dream Theater memainkan set Images and Words sebagai perayaan 25 tahun album ikonis milik Dream Theater tersebut, seperti tajuk tur, Images, Words & Beyond 25th Anniversary Tour.

Dibuka oleh montage lagu-lagu fenomenal di tahun 1992 dengan potongan rekaman suara radio yang menyiarkan lagu dari Images and Words yang masuk ke tangga lagu. Lantas berkumandang “Pull Me Under” yang disambut koor massal penonton. Disusul “Another Day”, “Take the Time”, “Surrounded” sampai “Metropolis Pt. 1: The Miracle and the Sleeper”. Para penonton yang hadir—yang tumbuh dengan musik-musik Dream Theater—pun seakan dibawa bernostalgia saat-saat kewalahan belajar musik mengikuti permainan para personel Dream Theater.
Berikutnya “Under a Glass Moon”, “Wait for Sleep”, dan “Learning to Live” digelontorkan untuk mengakhiri set Images and Words .

Penonton ternyata belum puas. Dream Theater pun menyanggupi saat diminta encore dengan memainkan nomor panjang “A Change of Seasons”. Hampir tiga jam lamanya Dream Theater memberi ‘kelas musik’ kepada hadirin JogjaROCKarta 2017.

Pada hari kedua pun tak berbeda jauh. Dream Theater masih profesional memainkan setlist yang sama dengan stamina yang tak mengendur. Namun ada kejutan di tengah-tengah penampilan mereka, ketika Jordan Rudess menyelipkan tembang tradisional “Gundul-Gundul Pacul” di sela-sela aksi solonya. Kemudian terungkap ternyata Dewa Budjana lah yang mengajari Rudess lagu tersebut.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});