Driver Gojek Perlu Verifikasi Wajah? Ini Penjelasannya

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Driver Gojek Perlu Verifikasi Wajah? Ini Penjelasannya Ilsutrasi driver Gojek. [Foto: Law-Justice.co]

Winnetnews.com - Sebuah gambar petunjuk kontroversi tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan ojek online (ojol) milik PT Karya Anak Bangsa, Gojek. Gambar petunjuk tersebut menyarankan agar driver Gojek harus melakukan verifikasi wajah saat akan on bid atau melakukan kegiatan antar jemput penumpang, makanan, atau barang.

"Untuk verifikasi akun, kami butuh selfie Anda. Harap menepi dulu dengan hati-hati. Pastikan wajah Anda terlihat jelas." Seperti itulah bunyi petunjuk disertai gambar yang tersebar di media sosial Facebook. Pada gambar itu, ada tanda silang pada helm, topi, kacamata, bahkan masker wajah.

Belum diketahui siapa penyebar awal postingan yang bikin geger para driver Gojek. Hal tersebut membuat mereka khawatir jika sistem pelacakan wajah tidak bisa terbaca, terlebih banyak driver Gojek yang sudah melakukan transaksi gelap seperti jual beli akun atau pinjam akun driver.

"Ojo do (jangan pada) panik," kata Muhammad Avia mengomentari postingan gambar tersebut oleh Tia Sarasati sebagai thread starter (TS) di grup Facebook Info Seputar Gojek Yogyakarta, Rabu (16/10) seperti dikutip Tagar.id.

Foto: Istimewa

"Regone akun dadi anjlok (harga akun Gojek jadi turun)," komentar Fajar di grup yang sama.

Memang sudah bukan rahasia lagi, akun Gojek diperjualbelikan. Harganya bervariasi, berkisar antara Rp2-3 juta, tergantung kesepakatan kedua belah pihak. Antara akun yang teregistrasi tidak sesuai dengan identitas driver yang menjalankan.

Dengan adanya verifikasi wajah ini, salah satunya untuk menertibkan akun mitra Gojek. Hal ini juga bisa saja sebagai bentuk penyesuaian antara akun dengan identitas driver, seperti yang dilakukan kompetitornya, Grab.

"Selama ini kalau mau nge-bid (cari penumpang), enggak pake verifikasi muka (vermuk) Narik ya tinggal narik saja," kata driver Gojek, Santoso.

Dia mengaku bisa menjadi driver Gojek setelah membeli akun milik driver lain.

"Cari yang simpel saja, soalnya mau mendaftar susah. Pendafataran driver jarang, kalau pun ada antreannya panjang banget," keluh dia.

Caption

Menyikapi hal tersebut, Corporate Affairs Regional Central Java-Yogyakarta, Arum Prasodjo menegaskan jika pesan gambar tersebut bukanlah dari pihak PT Karya Anak Bangsa.

"Gambar itu bukan dari kita. Tidak valid. Tolong sampaikan ke teman-teman driver," imbuhnya.

Arum mengatakan sampai saat ini Gojek belum memberlakukan verifikasi muka atau wajah.

"Belum. Baru ada verifikasi by NIK KTP saja," pungkas dia.

Apa Reaksi Kamu?