Dua Kali Catat Nol Kematian COVID-19, Sudah Amankah DKI?
detikcom

Dua Kali Catat Nol Kematian COVID-19, Sudah Amankah DKI?

Selasa, 12 Okt 2021 | 07:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Dalam sepekan ini, DKI Jakarta dua kali melaporkan nol kematian harian akibat COVID-19. Laporan pertama disampaikan oleh Gubernur Anies Baswedan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Sebuah hari yang patut disyukuri. Dalam 24 jam terakhir terdapat 0 permintaan pelayanan pemakaman protap COVID-19 di DKI Jakarta," tulis Anies berdasarkan data Distamhut DKI sejak jam 18:00 Rabu (6/7/2021) sampai 18:00 Kamis (7/10/2021)

Namun dalam waktu tersebut, pemerintah pusat menunjukkan data berbeda. Tim humas BNPB melaporkan satu kasus kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta pada Kamis (7/10/2021), hingga pukul 17.04. Hal itu dibarengi penambahan kasus baru COVID-19 DKI sebanyak 149 dan pasien sembuh bertambah 115 per kemarin.

Berikutnya pada Jumat (8/10/2021), DKI kembali dikabarkan mencatat nol kasus kematian akibat COVID-19, kali ini berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan COVID-19. Selain DKI, terdapat 14 provinsi lain yang mencatat nol kasus kematian hari itu, termasuk Banten.

Artinya DKI sudah aman?

Pakar epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyebut nol kematian COVID-19 di DKI mencerminkan penguatan strategi penanganan COVID-19 dari hulu ke hilir. Akan tetapi, satu kali laporan belum cukup menjamin keamanan DKI dari kemungkinan kasus naik kembali.

"Kalau sudah menetap 28 hari perubahan atau kondisi itu, apakah tidak ada kasus (atau) tidak ada kematian, itu yang sudah bisa memberi confidence bahwa sudah ada perbaikan yang signifikan dan menetap," terangnya pada detikcom, Jumat (8/10/2021).

"Kalau masih seminggu, apalagi kurang dari 2 minggu, belum bisa kita pastikan. Tapi bahwa ada progres, ya. Tapi potensi naik-turun masih ada," sambungnya.

Belum bebas dari gelombang 3

Dicky menambahkan, di samping kabar baik nol kasus kematian di DKI, risiko gelombang ketiga tetap ada. Terlebih mengingat, Jakarta adalah titik strategis tempat orang dari banyak daerah keluar-masuk.

"Tentu kita masih harus menunggu karena situasinya kan masih dinamis. Perubahan juga belum bersifat fix, belum menetap, dan perubahan pada level global saja masih belum bisa diprediksi pasti," terang Dicky.

"Saat ini dunia masih gelombang 3, belum melandai. Artinya, situasi ini akan berpengaruh pada Indonesia. Apalagi Jakarta yang merupakan urat nadi, daerah yang sangat aktif menjadi hub untuk banyak daerah," pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "DKI 2 Kali Catat Nol Kematian COVID-19 Pekan Ini, Sudah Aman dari Corona?"


 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...