Dua Kapal Asal Filipina Akan Ditenggelamkan

Dua Kapal Asal Filipina Akan Ditenggelamkan

WinNetNews.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan agar dua kapal nelayan asal Filipina yang ditangkap Patroli Pengawasan Perikanan di laut Pasifik sebelah timur Raja Ampat, Papua Barat, Rabu (8/12), secepatnya ditenggelamkan.

"Ibu Menteri Susi Pudjiastuti menginginkan dua kapal tersebut ditenggelamkan sebelum Januari 2016," kata Kepala Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Sorong, Ilman Hadiwiyatno di Sorong, Minggu.

Dia mengatakan, kedua kapal nelayan asal Filipina tersebut saat ini diamankan di Pelabuhan Perikanan Kota Sorong dan kedua nakhoda kapal tersebut sedang menjalani proses hukum.

Menurut Ilman, sesuai ketentuan kedua kapal nelayan asal Filipina itu dapat ditenggelamkan apabila Pengadilan Negeri setempat mengeluarkan surat penyitaan barang bukti untuk negara.

"Namun Pengadilan Negeri tidak akan berani mengeluarkan surat penyitaan barang bukti untuk negara sebelum perkara illegal fishing tersebut mendapat putusan hukum tetap," katanya.

Selain itu, kasus tersebut masih dalam proses hukum oleh Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Sorong, belum dilimpahkan kepada Kejaksaan dan Pengadilan.

Oleh karena itu, Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Sorong sedang berkoordinasi dengan pihak Pengadilan Negeri setempat agar kapal tersebut dapat ditenggelamkan.

"Kami juga menyurat kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menyurat pula kepada Pengadilan Negeri setempat sehingga kapal tersebut dapat ditenggelamkan sesuai keinginan Ibu Menteri yakni, sebelum Januari 2016," ujarnya.

Kedua kapal asal Filipina tersebut ditangkap oleh Kapal Patroli Pengawasan Perikanan Wilayah Timur Indonesia KP. Hiu Macan Tutul 001 karena menangkap ikan tanpa izin di laut Pasifik sebelah timur perairan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Kapal tersebut ditangkap dengan barang bukti 300 ikan tuna dengan bobot 20-30 kilogram per ekor yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 500 juta.

(seperti dilansir BeritaSatu)