Duduk Terlalu Lama, Ternyata Sama Berbahayanya dengan Merokok Lho!

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Duduk Terlalu Lama, Ternyata Sama Berbahayanya dengan Merokok Lho! Sumber: Unsplash

Winnetnews.com - Kemajuan teknologi yang semakin modern saat ini, membuat kita menjadi pribadi yang malas dan lebih banyak untuk menghabiskan waktu kita dengan duduk di depan gadget. Bahkan, untuk melakukan hal yang mudah sekalipun seperti membeli makanan, kita tentunya akan menggunakan cara yang lebih mudah, yakni melalui jasa ojek online.

Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan kita yang duduk terlalu lama tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan lho.

Dilansir dari Kompas.com, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andi Kurniawan, menyebutkan sebuah jurnal Lancet pada 2012 yang menyebutkan kalau "sitting is the new smoking" (duduk adalah rokok versi baru). Artinya, terlalu banyak duduk atau kurang bergerak sama mematikannya dengan rokok. Bahkan, jika satu batang rokok bisa menurunkan usia harapan hidup hingga 11 menit, duduk selama dua jam bisa enurunkan usia harapan hingga 22 menit.

"Jadi efek terlalu banyak duduk, efek gaya hidup tidak aktif berbahaya bagi kesehatan," ujar Andi.

Beberapa masalah kesehatan seperti kaku otot paha belakang, dapat terjadi. Sehingga bisa menimbulkan sesuatu yang lebih serius, seperti sakit punggung.

Bagi beberapa orang yang banyak duduk di depan komputer, kemungkinan besar untuk merasakan sakit leher pun tinggi dan akhirnya menyebabkan peredaran darah menjadi tersumbat.

Sedangkan untuk jangka waktu yang lama, aktivitas fisik bisa menyebabkan berbagai macam penyikt, misalnya saja diabetes, jantung, stroke, hingga kematian.

Alasan umum yang menyebabkan masyarakat perkotaan minim untuk melakukan aktivitas fisik yakni tidak adanya waktu, kurangnya peralatan, dan malas berkeringat. Padahal, aktivitas fisik tidak melulu membutuhkan waktu luang. Dengan mengubah pola hidup menjadi lebih aktif pun dapat membuat kita melakukan aktivitas fisik.

Misalnya saja dengan menaiki kendaraan umum, daripada membawa kendaraan pribadi ataupun memperbanyak jalan kaki. Selain itu, usahakan setiap dua jam sekali berdiri dan melakukan peregangan selama 5 hingga 10 menit.

Selain itu, kamu bisa menggunakan kemajuan teknologi dengan menonton video-video olahraga di internet. Kemudian, lakukan gerakan-gerakan tersebut di rumah.

"Latihan bisa di mana saja dan tidak harus pakai alat, yang penting ada contoh dan gerakan dan gerakan," tutur Andi.

Apa Reaksi Kamu?