Duh! Bedak Bayi Johnson & Johnson Mengandung Asbes

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Duh! Bedak Bayi Johnson & Johnson Mengandung Asbes Bedak tabur bayi merk Johnson & Johnson ditarik dari pasaran. [Foto: Belfast Live]

Winnetnews.com - Produsen bedak bayi terkemuka asal Amerika Serikat (AS), Johnson & Johnson (K&J) menarik 33.000 botol bedak bayi pasca Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) AS menemukan kandungan asbes pada sampel bedak bayi yang dibeli secara online.

Kasus ini menjadi catatan sejarah J&J dalam menarik produknya dari pasaran. Pihak BPOM AS menyebutkan ada kemungkinan kontaminasi asbes dan pertama kalinya juga regulator AS mengumumkan temuan asbes dalam produk bedak bayi ini.

J&J yang sudah berdiri sejak 130 tahun silam menjadi pukulan telak. Sejak berdiri, J&J telah menjalani ribuan tuntutan hukum atas berbagai produk, termasuk bedak bayi, opioid, peralatan medis, dan lain-lain.

Mengutip portal Bisnis.com, juri memerintahkan perusahaan untuk membayar US$8 miliar kepada penggugat dalam kasus yang mengklaim J&J mengecilkan risiko risperdal.

J&J menghadapi lebih dari 15.000 tuntutan hukum dari konsumen yang mengklaim produk bedaknya, termasuk Johnson's Baby Powder yang diduga memicu kanker.

Head of Women’s Health J&J, Susan Nicholson mengatakan bahwa temuan asbes merupakan hal yang sangat tidak biasa dan tidak sejalan dengan hasil uji perusahaan selama ini.

Pihak J&J mengatakan bahwa pengujian BPOM AS sebulan yang lalu tidak menunjukkan temuan asbes di produk bedak mereka.

Akan tetapi, mereka tetap melakukan penarikan produk bedak bayi, khususnya pada satu lot Baby's Johnson Powder yang diproduksi dan dipasarkan di Amerika Serikat pada 2018.

FDA menjelaskan bahwa pengambilan sampel untuk pengujian untuk asbestos dalam kosmetik dilaporkan tahun ini.

Pengujian sampel Baby Powder Johnson yang kedua dari lot berbeda justru menunjukkan negatif asbes. FDA mengatakan bahwa produk tersebut sesuai dengan kualitas pengujian.

Oleh karena itu, FDA merekomendasikan konsumen untuk berhenti menggunakan produk jika berasal dari lot yang teruji mengandung asbes.

Pihak J&J yang menerima peringatan dari FDA pada 17 Oktober 2019 segera memulai penyelidikan manufaktur dan mengumpulkan data tentang distribusi lot untuk melihat lokasi pemasaran produk yang mengandung asbes.

Apa Reaksi Kamu?