Duh! Gaji Pegawai Bakal Dipangkas untuk Ganti Rugi Listrik Padam
Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan menyatakan, perseroan tidak bisa mengandalkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai ganti rugi tersebut. (Foto: RMOL)

Duh! Gaji Pegawai Bakal Dipangkas untuk Ganti Rugi Listrik Padam

Rabu, 7 Agt 2019 | 09:43 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pasca listrik padam yang mengganggu aktivitas warga di Pulau Jawa hingga 12 jam lebih sejak Minggu (5/8/2019), masyarakat kini dibuat bingung dengan adanya pro-kontra dana kompensasi yang sempat dinyatakan pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pasalnya, PT. PLN berencana memangkas gaji pegawai guna mengganti dana kompensasi yang mencapai Rp 839,88 miliar.

Seperti dilaporkan portal berita Kompas.com, Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan menyatakan, perseroan tidak bisa mengandalkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai ganti rugi tersebut.

"Ini kan kesalahan perseroan, jadi bukan tanggung jawab negara. Kalau ganti rugi pakai dana APBN bisa ditangkap," beber Abdurrahman kepada awak media, Selasa (6/8/2019).

Menurut Djoko, APBN seharusnya digunakan untuk investasi dan subsidi. Sementara, pembayaran ganti rugi itu menggunakan biaya operasi.

Djoko pun menjelaskan, perseroan harus melakukan efisiensi untuk bisa membayarkan ganti rugi kepada pelanggan. Salah satunya dengan memangkas gaji karyawan. Pasalnya, melihat besaran nilai ganti rugi tersebut, keuangan PLN berpotensi negatif.

"Makanya harus hemat lagi, gaji pegawai dikurangi," lanjutnya.

Dilansir dari Detik.com, Djoko memaparkan ada beberapa jenis pendapatan pegawai PT. PLN, salah satunya penghasilan berdasarkan prestasi. Menurutnya, PT. PLN akan memotorng gaji dari penghasilan berdasarkan prestasi sebagai dana kompensasi listrik padam.

"Bukan potong gaji pokok. Tapi, potong gaji reward, namanya P2. Di PT. PLN ada 3 (komponen penghasilan), P1 itu gaji dasar, P2 ini kalau pegawai berprestasi. Kalau kerjanya bagus ya dikasih, kalau enggak ya enggak. Nah, kalau ada kejadian seperti ini (pemadaman masal) kemungkinan pemotongan P2 berdampak semua pegawai," Djoko menjelaskan.

Perihal berapa besaran potongannya, Djoko belum memastikannya, bahkan belum mengetahui seberapa efektifnya jika menggunakan cara tersebut.

"Apakah terpenuhi atau tidak, kami belum pastikan. Ya nanti bisa dilihat insentif kesejahteraannya," pungkasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...