(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Duh Gara-Gara Setel Musik Terlalu Keras, Mobil Terios Ini Ditabrak Kereta Api Barang di Pematang Siantar

Rike
Rike

Duh Gara-Gara Setel Musik Terlalu Keras, Mobil Terios Ini Ditabrak Kereta Api Barang di Pematang Siantar
WinNetNews.com-Mobil Daihatsu Terios bernomor polisi B 1056 VOC rusak parah setelah ditabrak kereta api barang di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Pada saat pemeriksaan polisi, diketahui pengemudi mobil menutup kaca jendela mobilnya dengan rapat serta menyalakan telalu keras volume musik.

"Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB tadi. Pengemudi bernama Agustiman Manurung (45) warga Pematangsiantar. Dia mengalami trauma dan luka-luka," ungkap Kabid Humas Polda Sumut AKBP Rina Sari Ginting dalam keterangannya, Kamis (19/5/2016). Rina sebutkan, kejadian itu terjadi di Jalan Tambun Timur Kelurahan Tambun Nabolon, Pematangsiantar. Sewaktu itu, pengemudi hendak menuju kerumahnya yang berada tidak jauh dari perlintasan kereta api. Di perjalanan, mobilnya itu yang dikemudikan dengan kaca tertutup rapat dan volume musik kendaraan keras. Setibanya diperlintasan kereta api, terjadilah kecelakaan itu tidak terelakkan. Akibat kecelakaan itu, mobil terios ini terseret sejauh 6 meter dan mengalami ringsek. Sementara, pengemudi menderita luka ringan di jari sebelah kanan dan luka memar di bahu kanan.

Dilansir dari psychologicalscience.org, menyetel musik dengan keras saat menyetir dianggap berbahaya, salah satu riset yang dilakukan oleh ilmuwan psikologi Brodsky dan Zack Slor dari Ben-Gurion University of the Negev menemukan bukti bahwa remaja yang mendengarkan musik memiliki pengaruh berbahaya pada waktu mereka mengemudi. The American Medical Association melaporkan bahwa sekitar enam juta remaja memiliki beberapa bentuk gangguan pendengaran karena mendengar musik dengan suara keras. Hearing Instrument Specialist Jimmy Stewart mengatakan "Di dalam cholea Anda Anda memiliki sekitar 30.000 sel rambut halus dan apa yang terjadi adalah ketika suara-suara keras yang datang, itu benar-benar sheers atau istirahat sel-sel rambut." Suara diukur dalam desibel. Mayoritas pengemudi ketika mendengarkan musik pada 90 desibel atau lebih keras. "Berkelanjutan paparan 90 desibel input untuk hanya setengah jam sudah cukup untuk menyebabkan kerusakan permanen," kata Stewart.

Hanya orang orang yang berpengalamanlah yang dapat memiliki konsentrasi tinggi ketika menyetir sambil mendengarkan musik seperti yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ayca Berfu Unal dari University of Groningen yang menemukan bahwa musik tidak memiliki banyak efek pada supir yang lebih berpengalaman. Bahkan, dalam kondisi tertentu bahkan dapat membantu meningkatkan kinerja supirnya.

Dari berbagai sumber

foto:https://rahinalom.wordpress.com

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});