Duh! Pabrik Otomotif Terancam Tutup Pabrik Jika No Deal Brexit Dilakukan

Khalied Malvino
Khalied Malvino

Duh! Pabrik Otomotif Terancam Tutup Pabrik Jika No Deal Brexit Dilakukan Ilustrasi pekerja di pabrik otomotif Eropa. [Foto: DW]

Winnetnews.com - Sejumlah perusahaan otomotif mengancam bakal tutup pabrik jika No Deal Brexit tetap dilakukan karena dapat membuat rugi banyak perusahaan otomotif hingga miliran euro karena produksi yang terpaksa dihentikan.

Asosiasi Produsen Otomotif Eropa, Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa, serta 17 kelompok nasional yang tergabung dalam kelompok perusahaan otomotif Eropa menyatakan penghentian produksi mobil itu bisa menelan 50.000 per menit di Inggris saja.

"Kepergian Inggris dari UE tanpa kesepakatan akan memicu perubahan seismik dalam kondisi perdagangan, dengan miliaran euro dari tarif yang mengancam akan mempengaruhi pilihan konsumen dan keterjangkauan di kedua sisi Channel," tulis mereka dalam pernyataan seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Senin (23/9/19).

"Akhir dari perdagangan bebas penghalang dapat membawa gangguan berbahaya pada model operasi industri saat ini, dengan biaya hanya satu menit penghentian produksi di Inggris saja sebesar 54.700 euro atau 50.000 poundsterling."

Mengutip laporan Reuters, industri otomotif mempekerjakan 13,8 juta orang di Uni Eropa termasuk Inggris. Jumlah itu mencakup 6,1 % dari tenaga kerja.

Inggris dijadwalkan untuk keluar dari UE pada 31 Oktober, tetapi bisnis semakin khawatir akibat hanya ada sedikit kemajuan yang dibuat oleh Perdana Menteri Boris Johnson untuk memperoleh kesepakatan Brexit baru.

Sebelumnya Brexit telah mengalami penundaan saat mantan perdana menteri Theresa May gagal untuk membawa Inggris keuar dari UE setelah proposal perjanjiannya ditolak oleh parlemen Inggris sebanyak tiga kali.

Jika Brexit no-deal benar terjadi, maka kedua belah pihak dipastikan akan kembali ke aturan perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Oleh karenanya, kedua kelompok itu memperingatkan bahwa tarif akan menambah 5,7 miliar euro ke pajak perdagangan mobil Uni Eropa-Inggris.

Industri mobil Eropa bergantung pada rantai pasokan lintas-perbatasan yang sangat terintegrasi, yang mengandalkan efektivitasnya pada lingkungan bebas-tarif dan hampir tanpa batas di dalam serikat pabean UE.

Industri mobil Inggris, yang hampir seluruhnya milik asing, sangat rentan, karena didominasi oleh pabrik-pabrik yang dimiliki oleh pembuat mobil Jerman, Prancis dan Jepang.

Apa Reaksi Kamu?